OH Pertamina, Sayuti Arifin Siregar : “Bila Perlu Bongkar Saja Mafia BBM Itu !”

0
622

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Oknum-oknum Sopir Truk Tanki pengangkut BBM, ternyata bukan hanya menjual BBM jenis Solar, Premium secara illegal yang dikeluarkan dari lambung tanki truk yang dibawa sopir ke lokasi “mafia” BBM, akan tetapi, BBM jenis Avtur pun ternyata diduga turut dilego.

Ulah para oknum sopir yang menjual alias kencing BBM puluhan liter hingga ratusan liter di lokasi mafia BBM, yang terdapat di beberapa tempat sepanjang jalan Lintas Dumai-Duri-Pekanbaru, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai-Riau, sudah berlangsung lama.

Soal adanya oknum-oknum supir truk tanki BBM Avtur diduga “kencing” secara illegal di salah satu lokasi pengusaha mafia BBM di Bagan Besar, Kota Dumai, selama ini tidak begitu terdengar dikalangan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Avtur ini adalah salah satu jenis produk turunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang di produksi di Kilang Putri Tujuh, Pertamina Dumai. Avtur hanya dipakai oleh Pesawat terbang Komersil di Dumai maupun di Pekanbaru termasuk dipakai Pesawat TNI AU milik Pemerintah.

Sebagaimana pantauan suarapersada.com di Bagan Besar, Jalan Soekarno Hatta Lintas Dumai-Pekanbaru, pagi tadi, Selasa (12/4), sekitar pukul 11.00.Wib, suarapersada.com memergoki salah satu truk tanki BM xx 65 TN mengangkut Minyak Avtur 24 ribu liter masuk ke salah satu lokasi penampungan/penadah BBM di Bagan Besar, Dumai.

Truk tanki BK xx 65 TN, tampak meluncur dari Dumai. Namun sebelum truk tanki BBM tersebut masuk ke salah satu lokasi penampung BBM itu, truk tanki tersebut terlebih dahulu masuk ke areal Kantor Unit Pemasaran 1, Depot Pengisian Pesawat Udara di samping Lapangan terbang Pinang Kampai Dumai, guna pengecekan segel oleh petugas Securyti yang bertugas di kantor itu.

Setelah pengecekan segel selesai oleh Security, truk tanki BK xx 65 TN pengangkut minyak Avtur itu pun bergegas keluar dari lokasi kantor itu, Crew media ini pun sengaja membuntuti truk tanki tersebut.

Namun dalam perjalanan yang tidak begitu jauh (lebih kurang 600 meter-red) dari Kantor Unit Pemasaran Minyak Avtur Pertamina itu, truk tanki BK xx 65 TN tersebut langsung belok kiri dan masuk ke salah satu lokasi penamppenadah BBM.

Setelah truk dimaksud masuk kelokasi penampungan BBM diduga illegal itu, Suarapersada.com, sengaja mengamati dari luar depan lokasi yang ditutupi seng itu.

Suarapersada.com tidak dapat melihat secara lugas seperti apa modus para oknum supir kencing dan pekerja penadah didalam lokasi itu.

Maklum, ketika mobil truk tanki BBM itu hendak masuk ke dalam lokasi, salah seorang pekerja di lokasi itu sudah sedia membuka pintu agar truk tanki itu masuk kedalam, lalu dengan cepat pekerja itu kembali menutup pintu lokasi berdinding seng itu setelah truk tanki sudah masuk.

suarapersada.com penasaran untuk mengetahui seperti apa aktivitas kencing BBM itu. Lantas suarapersada.com mencoba melihat aktivitas kencing BBM itu dengan mengintai dari samping lokasi yang ditutup dengan seng itu.

Dari celah seng itu, suarapersada.com mencoba mengabadikan truk tanki BBM di dalam lokasi itu. Setidaknya ada tiga unit truk tanki BBM merek Pertamina di dalam, diantaranya tanki truk bertuliskan Avtur dan Jet-A. Truk tanki bertuliskan Avtur itu, terlihat seseorang naik keatas tanki truk membuka penutup diatas tanki.

Sementara itu, adanya oknum-oknum supir truk tanki pengangkut Avtur diduga kencingkan Avtur di salah satu lokasi penampungan/penadah BBM diduga illegal itu, suarapersada.com mencoba minta tanggapan dari pihak Pertamina Unit Pemasaran 1 DPPU Pinang Kampai Dumai.

Di kantor Unit Pemasaran 1 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) depan Kantor Bandara Pinang Kampai, Jalan Soekarno Hatta Dumai, suarapersada.com menemui salah seorang Operation Head (OH) Pertamina, Sayuti Arifin Siregar.

Dalam percakapan suarapersada.com dengan Sayuti Arifin Siregar soal adanya dugaan oknum-oknum supir truk tanki pengangkut Avtur kencing Avtur di salah satu lokasi yang tidak jauh dari kantornya, Sayuti menyebut hal itu sudah diluar wewenangnya.

“Saya bekerja sesuai job saya. Tanggungjawab saya hanya di dalam pagar, sedangkan di luar pagar bukan tanggungjawab kami” ungkap Sayuti seakan tidak ada beban.

Ditanya adanya informasi soal supir kencing Avtur diduga illegal dilokasi penampungan yang dekat dengan kantornya, apakah tidak ada mengambil tindakan atau bukankah pihaknya melakukan pembiaran, Sayuti Arifin Siregar itu, kembali menyebut bukan tanggungjawabnya.

“Suadah saya bilang, hal itu bukan wewenang saya. Tanggungjawab saya maupun Securyti kami hanya sebatas pagar saja.  Jadi kalau diluar sana, itu sudah wewenang aparat kepolisian, silahkan lapor ke Polisi kalau ada ditemukan. Bila perlu, anda bongkar saja mafia BBM itu”, kata Sayuti, sembari menyebut tidak ada permainan dan tidak ada uang kes di kantor pemasaran Avtur Pertamina itu.**(Tambunan)

Tinggalkan Balasan