Lebih Seminggu, Truck Lossing Debu Ampas Biji Karnel Sawit ke Kapal ‘Cemari Udara’

0
667

DUMAI, SUARAPERSADA.comHampir sepekan mobil Truck Barang tampak melansir muatan Debu ampas curah, sisa produk terakhir biji Karnel Sawit di muat ke kapal MV Baltic Hornet, di Dermaga C Pelabuhan Pelindo Dumai untuk di eksport.

Aktivitas truck lossing debu curah sisa akhir pengolahan biji karnel ke kapal itu, tampak mengganggu bahkan merusak kehidupan disekitar dengan radius 600 hingga 700 meter, terutama kelangsungan hidup manusia.

Sejumlah warga di sekitar pelabuhan dermaga C Pelindo, mengaku terganggu dengan kegiatan bongkar debu curah sisa pengolahan akhir Karnel sawit yang dilakukan masih manual ini.

“Kami disekitar pelabuhan ini pak sangat terganggu dengan debu sawit yang beterbangan dari kapal itu. Padahal system bermuat debu curah dengan alat kompeyor milik Pelindo sudah ada, tetapi kenapa masih manual dari truk losing ke kapal,” ujar Solihin, warga sekitar pelabuhan dermaga C, seakan protes dan bertanya.

Pantauan suarapersada.com di sekitar dermaga C Pelabuhan Pelindo Dumai, Jumat (18/3), aktivitas bongkar muat debu curah sawit dari mobil truk ke kapal di dermaga tersebut, benar adanya sebagaimana yang dikeluhkan warga sekitar pelabuhan Pelindo.

Ketika saat truk lossing/membongkar muatannya (debu curah-red) dimaksud ke kapal MV Baltic Hornet untuk di ekspor, debu sawit tersebut tampak beterbangan kearah pemukiman warga, akibat pengaruh intensitas angin yang kuat di pelabuhan itu.

Menanggapi fenomena yang dialami warga tersebut, crew media ini mencoba meminta tanggapan dari pihak Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai.

Kasubag Umum dan Humas KSOP, Herry Yoss Purwanto Purba. S.IP. MH, yang ditemui diruang kerjanya sore tadi, Jumat (18/3), justru mengarahkan media ini untuk menemui Kasi yang membidanginya.

“Coba langsung ke bagian yang membidanginya, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli dan Penyidikan KSOP, Jannes Sinaga,” ujar Herry, mengarahkan.

Menindaklanjuti arahan Kasubag Umum dan Humas KSOP tersebut, suarapersada.com bergegas menemui Jannes Sinaga, namun sayang, Kasi yang membidangi pengawasan pencemaran dimaksud tidak berada ditempat karena dinas luar daerah.**(Tambunan)

Tinggalkan Balasan