“Kota Bertuah Dihiasi Sampah dan Aroma Bau Busuk”, DKP akan Putuskan Kerjasama dengan PT. MIG

0
640

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Hampir satu pekan, tumpukan sampah  dengan aroma  busuk  menghiasi wajah kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau. Senin (6/6) pagi, tumpukan sampah terjadi di sebagian besar wilayah kota Pekanbaru, tidak kecuali jalan-jalan protokol. Seperti, jalan A.Yani, Jalan Pangeran Hidayat, jalan Durian.  Bahkan di beberapa titik di jalan Jenderal Sudirman juga tidak luput dari tumpukan sampah.

Terjadinya ‘horor’ sampah ini merupakan imbas aksi mogok kerja oleh  karyawan PT Multi Inti Guna (PT MIG) sebagai perusahaan pemenang tender pengangkut sampah di delapan Kecamatan dari 12 Kecamatan yang ada di  Pekanbaru, dengan nilai kontrak sebesari Rp.53 miliar. Namun dalam pelaksanaannya PT.MIG tidak becus.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru, Edwin Supradana, yang dikonfirmasi, Senin (6/6) diruang kerjanya, mengaku gerah dan berencana  akan memutuskan kontrak kerja dengan PT.MIG. “Penumpukan sampah terjadi akibat karyawan perusahaan pengangkut sampah tidak lagi bekerja,” terangnya.

Dikatakan Edwin, sejak Jumat lalu, kita telah mengambil alih pengangkutan sampah karena PT MIG dianggap sudah tidak mampu lagi bekerja. Segala kekuatan yang ada telah dikerahkan, kita juga telah minta bantuan armada angkutan dari Dinas Bina Marga kota Pekanbaru.

Saat ini kita prioritaskan mengangkut sampah yang ada di TPS dan jalan protokol, petugas yang ada dibagi menjadi dua shift, pagi dan sore.  “Saya minta masyarakat bersabar. Selama dua atau tiga hari ke depan, tumpukan sampah akan kita angkut semua,” katanya.

Ditegaskan Edwin, kerjasama antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan PT MIG, sudah final, akan di putuskan. “Sebab, DKP menilai kinerja PT MIG tidak bertanggung jawab dalam penangan sampah sesuai dengan bunyi kontrak kerja sebelumnya, atau banyak yang dilanggar,” tegasnya.

Lagi kata Edwin, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan dokumen-dokumen untuk pemutusan kontrak. “Sebelumnya DKP sudah tiga kali mengeluarkan surat teguran,” pungkasnya.

Direktur Oprasional PT MIG, Wawan yang dikonfirmasi terkait kondisi tumpukan sampah dan rencana pemutusan kontrak oleh Pemko Pekanbaru, tidak membuahkan hasil.  Karena telepon selulernya tidak aktif.**(jsn)

Tinggalkan Balasan