DURI, SUARAPERSADA.com – Penyuluhan Pendidikan Wawasan Kebangsaan di gedung Bathin Betuah kantor Camat Mandau, Jl.Jenderal Sudirman-Duri, yang diadakan oleh Kesbangpol Kab.Bengkalis dan dihadiri hanya puluhan orang saja, Senin (16/05).
Danramil 04 MandauKapt.Inf.Y.Mendrofa salah satu pembicara dalam kata pembukaannya mengatakan, “kalau yang pembicara itu sebenarnya dari Kodim0303 Bengkalus, tetapi ada halangan dan ditunjuklah saya,” kata Mendrofa.
“Indonesia yang memiliki 13.466 pulau dengan populasi lebih 350 juta jiwa, terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa dan agama.Ada 6 agama dan 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010, semboyan nasional Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”.
Wawasan kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia. Ada 4 Pilar Wawasan kebangsaan yaitu; UUD 1945 , Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.
Dalam Pembukan UUD 1945, kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa maka penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan perikeadilan. Maksudnya disini, kalau ada orang asing menjajah ke negara kita, maka kita lawan dan mengusir penjajah dari tanah air kita, seperti yang telah terjadi sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, tanah air kita dijajah oleh Kolonial Belanda dan Jepang.
Namun secara tidak sadar kita sekarang dijajah dengan sistim narkoba, miras, dan internet. Banyak anak2 terlibat narkoba menjurus premanisme (anggar jago), dan banyak anak dibawah umur dan masih sekolah terpengaruh main di warnet dengan waktu yang lama bahkan sampai larut malam, inilah yang harus kita berantas dan kita cegah bersama.
Pancasila dan penjabaranya harus kita pertahankan untuk saling menghormati agama masing-masing, bahwa kita mempunyai hak dan kewajibanyang sama didalam bernegara dan bermasyarakat, dalam hal musyawarah biasanya sulit dilakukan di tingkat Desa, sering ada yang menonjolkan egonya, sehingga musyawarah itu tidak berjalan dengan semestinya, jadi ini perlu dirubah. Keadilan adalah hak dari setiap warganegara mendapatkannya terutama dibidang hukum, maunya ada dari pimpinan menurut tingkatannya, dan daerah teritorialnya.
Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan negara sebagai modal untuk bersatu.Bila ada penjajah masuk ke negara kita, kita harus bersatu dan pertahanan yang kuat, karena kekuatan tentara itu ada di rakyat, jadi kalau rakyat kuat tentara kuat. Seperti di negara Korea, karena kuatnya persatuan rakyatnya membela negaranya, tentara dan pertahananyapun kuat, sehingga pihak Amerikapun takut melihat negara Korea itu.Demikian juga harusnya pada negara kita yang kita cintai ini, rakyat harus bersatu dan kuat, sehingga tentara kitapun menjadi kuat.
“NKRI adalah negara berdaulat yang telah mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional, jadi termasuk masalah narkoba, komunis, teroris, Isis dll harus wajib kita pertahankan NKRI untuk menumpas paham radikalisme tersebut,” jelas Mendrofa.
Diujung acara ada seorang peserta bertanya, kenapa dipenerimaan calon tentara dan polisi harus membayar uang pelicin mencapai ratusan juta rupiah? Y.Mendrofa menjawab, “kalau ada di temui semacam itu bisa langsung dilaporkan kepihak Koramil 04 Mandau, karena jadi tentara itu tidak bayar,” ujar Mendrofa.**(Julieser)






















































