MEDAN, SUARAPERSADA.com – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak main-main dan tidak terlibat dalam peredaran narkoba.
Baik itu sipil, polisi maupun TNI, pasti akan ditindak tegas (tembak). Statemen itu diulang kembali oleh Kapolda Sumut usai menembak mati dua gembong narkoba.
“Berdasarkan hasil Rapim yang dipimpin Kapolri, kasus narkoba ini ditempatkan menjadi kasus prioritas. Ini menjadi tantangan penegak hukum terutama Polri dan BNN untuk melakukan upaya secara masif terhadap penuntasan peredaran narkoba,” kata Rycko disela pemaparan penangkapan 11 Kg sabu yang dua tersangkanya ditembak mati. Selasa (07/02).
Rycko mengatakan, pihaknya akan mengejar siapapun yang terlibat. Jangan sampai, kata dia, ada aparat baik polisi dan TNI yang terlibat apalagi menjadi bandar.
“Kami tidak akan tanggung-tanggung dalam menangani masalah narkoba ini. Saya ingatkan sekali lagi kepada siapapun, baik sipil, TNI dan Polri akan kami tindak tegas. Akan kami kejar kemanapun,” ungkap jendral bintang dua ini.
Dalam kesempatan itu, Rycko mengatakan bahwa sabu-sabu ini masuk dari Pantai Timur bagian Sumatera karena merupakan “Golden Triangle” peredaran narkoba di dunia yakni di perbatasan Aceh. Sabu biasanya diimpor dari Malaysia.
“Setelah masuk, sabu akan dikirim melalui Langsa, Lokhseumawe, Pangkalan Susu, bahkan sampai ke Riau,” ungkap Rycko.
Untuk mengantisipasi ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah mengumpulkan sedikitnya 7 Kapolda di pulau Sumatera agar mengawasi tiap-tiap wilayahnya dari penyalahgunaan narkoba.**Win





















































