Beranda Breaking News Jumlah PDP di Rokan Hilir Terus Meningkat, 4 Orang Meninggal

Jumlah PDP di Rokan Hilir Terus Meningkat, 4 Orang Meninggal

83
0
Jubir Gugus Tugas Covid-19, H Ahmad Yusuf dan Kasubbag DokPim Hasnul Yamin SE.

ROHIL, SUARAPERSADA.com – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau terus meningkat. Pemicunya adalah dengan ditetapkannya beberapa daerah di Provinsi Riau sebagai daerah transmisi lokal atau daerah terjangkit seperti Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

Demikian hal itu disampaikan oleh juru bicara (jubir) gugus tugas Covid-19 Kabupaten Rokan Hilir, H Ahmad Yusuf, S.Sos.MH didampingi Hasnul Yamin, SE selaku Kasubbag DokPim Kominfotik Rohil, saat melakukan konferensi pers terkait perkembangan terkini Covid-19 di Kabupaten Rokan Hilir, Kamis 23 April 2020.

Secara kumulatif Ahmad menguraikan, data terkini orang dalam pengawasan (ODP) di Kabupaten Rokan Hilir berjumlah 5068 orang. Setiap hari data ini akan terus meningkat.

Apalagi saat ini menghadapi bulan suci Ramadhan kata Ahmad banyak warga yang pulang ke Kabupaten Rokan Hilir dengan berbagai keperluan yang berbeda-beda menyebabkan jumlah ODP semakin meningkat.

Sementara ODP yang sudah habis masa pemantauanya dilaporkan berjumlah 2.972 orang, sehingga kini jumlah orang yang sedang dalam pemantauan menjadi 20.96 orang, terdiri dari wilayah kerja Bagansiapiapi sebanyak 389 orang, Bagan Punak 1.109 orang, kemudian Sinaboi 45 orang, Padamaran 27orang, Bantaian 49 orang.

Rimba Melintang 91 orang , Bangko Kanan 106 orang, Bangko Jaya 98 orang, Tanah Putih 61 orang, Sidinginan 41 orang, Tanjung Medan 128 orang, Pujud 36 orang, Rantau Kopar 3 orang, Balai Jaya 126 orang, Bagan Batu 236 orang, Bagansinembah Raya 35 orang, Simpang Kanan 35 orang, Boltrem 95 orang, Rantau Panjang Kiri 146 orang, Teluk Merbau 205 orang dan Panipahan 70 orang.

Dalam konferensi pers tersebut juga disampaikan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Rokan Hilir secara kumulatif berjumlah 16 orang. Dari jumah 16 orang tersebut, 6 orang PDP diantaranya terkonfirmasi negatif. Kata Ahmad, hal ini berdasarkan hasil test swab yang sudah diterima oleh pihaknya dinyatakan sembuh sehingga ke 6 orang PDP tersebut sudah di pulangkan.

Kemudian kata Ahmad lagi, 1 orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) berdasarkan hasil test swab dinyatakan negatif, namun PDP tersebut masih di rawat, sebab yang bersangkutan secara medis masih mempunyai penyakit-penyakit penyerta lainnya.

Saat ini kata Ahmad lagi, ada 5 orang PDP yang masih di rawat dan masih menunggu hasil swab. Kelima orang tersebut kini dirawat di beberapa rumah sakit di Riau. 2 orang di rawat di Rumah Sakit (RS) dr Pratomo Bagansiapiapi, 1 orang lagi di rawat di Rumah Sakit (RS) Safira.

Gugus tugas Covid-19 Rokan Hilir juga melaporkan ada 2 (dua) orang PDP meninggal dunia, namun terkonfirmasi negatif covid-19, sebab masih menunggu menunggu hasil swab.

Disampaikan, sampai hari ini Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia sebanyak 4 orang.  1 orang PDP sebelumnya adalah korban laka lantas, kemudian 1 orang lagi dari Pujud. Kemudian kemarin petang dikabarkan 1 orang warga Bagansiapiapi meninggal dunia, sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dr Pratomo Bagansiapiapi, namun hasilnya belum terkonfirmasi saat ekspos kemarin, 22 April 2020.

Ditambah lagi 1 orang meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Duri. Namun, kata Ahmad, lagi, untuk memastikan positif atau tidaknya pihaknya mengaku masih menunggu hasil swab.

“Jadi jumlah yang meninggal ada 4 orang, dua orang sudah terkonfirmasi negatif karena hasil swab-nya sudah keluar, kemudian 2 orang lagi masih menunggu hasil swab,” ungkapnya.

Ahmad Yusuf menambahkan, kasus virus corona harus kita anggap serius. Sebab, beberapa daerah di Provinsi Riau sudah ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal (daerah terjangkit) virus corona. Untuk itu pihaknya tidak ingin Kabupaten Rokan Hilir ditetapkan sebagai daerah terjangkit covid-19 oleh pemerintah pusat.

Ahamad pun mengajak seluruh masyarakat agar tetap berdiam diri di rumah serta menjaga kesehatan. Jika terpaksa keluar rumah karena sesuatu hal, hendaknya masyarakat. “Tetap memakai masker dan mengikuti anjuran dari Pemerintah dan mengikuti tata laksana yang telah ditetapkan dalam rangka memutus mata rantai penularan covid-19 di Kabupaten Rokan Hilir,” pungkasnya. (man)

Tinggalkan Balasan