Humas Pertamina RU II Dumai Benarkan ada Perbaikan Compressor

0
673

DUMAI, SUARAPERSADA.comKabag Humas PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai, Yefrizon kepada suarapersada.com mengakui, terjadinya pembuangan asap dari Cerobong Kilang Pertamina karena adanya perbaikan salah satu Compressor didalam kilang.

Yefrizon yang dikonfirmasi lewat pesan singkat ke no phonselnya menjelaskan, perbaikan Compressor yang dilakukan didalam kilang Pertamina akan berlangsung selama sepuluh hari.

Menurut Yefrizon, gas hitam tersebut sebelumnya bisa dimamfaatkan di unit operasional, akan tetapi karena ada perbaikan compressor dimaksud maka gas itu pun dibuang ke cerobong. Artinya, karena perbaikan tersebut menimbulkan asap tebal dan hitam keluar dari cerobong.

Diakui Yefrizon lagi, akibat timbulnya perbaikan compressor tersebut, pihaknya (Pertamina-red) sebelumnya telah melakukan kordinasi dengan pihak Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pemko Dumai, Plt Lurah Tanjung Palas yang langsung berdekatan dengan Pabrik Pertamina (disebut ring satu-red) dan juga kordinasi dengan LPMK.

Sebagaimana diberitakan suarapersada.com kemarin, Cerobong Kilang Pertamina RU II Dumai sejak siang hari telah “menyumbangkan” asap hitam pekat bagi masyarakat Dumai khususnya warga yang tinggal di Daerah Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Perihal asap hitam dari cerobong pabrik Pertamina itu terjadi hampir setiap tahun. Artinya, Pertamina setiap tahun telah merusak lapisan ozon akibat pencemaran udara yang timbul dari cerobong Pabrik itu. Bahkan secara perlahan, asap hitam dimaksud akan mempengaruhi kesehatan manusia yang menghirupnya. Hanya saja ,instansi berwenang di Kota Dumai seakan diam terlena tanpa ada reaksi keras atas fenomena itu. Hanya kordinasi saja dari pihak Pertamina, yah, persoalan pun tidak ada.

Sebagaimana diakui Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pemko Dumai Bambang Suryanto kepada suarapersada.com kemarin (Senin 24/3) ketika diminta tanggapannya soal asap hitam dari ceobong Pertamina, mengakui kalau pihaknya katanya serba salah atas kejadian itu. “Kita serba salah pak. Kita tidak bisa menutup itu karena semua perizinan dari pusat. KLH hanya sebatas pengawasan saja”, demikian diakui Bambang.

Akibat terjadinya asap hitam dari cerobong Pertamina mencemari udara Kota Dumai, KLH menurut Bambang kemarin akan menemui pihak pertamina membicarakan hal asap tersebut. Selain itu kata Bambang, Masalah kebisingan yang ditimbulkan Kilang Petamina RU II Dumai, KLH akan membicarakannya juga.***Tambunan

Tinggalkan Balasan