UJUNG TANJUNG, SUARAPERSADA.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengkritik sikap Pemerintah yang dianggap tidak memberikan ruang bagi pengusaha daerah untuk berkembang dan turut menjadi bagian dalam pembangunan di daerah.
Hal ini disampaikan ketua Hipmi Rohil Sumarno Jamil menyikapi masih banyaknya pemenang untuk kegiatan lelang di tingkat propinsi maupun kabupaten yang dimenangkan oleh perusahaan dari luar daerah.
“Salah satu kegiatan yang dimenangkan oleh perusahaan luar adalah pembangunan proyek jalan mulai dari Simpang Menggala kecamatan Pujud dan jalan lintas dari kepenghuluan Sungai Daun-Panipahan di kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika),” ungkap Sumarno, Kamis (18/6).
Dari sisi kompetensi menurutnya tidak ada perbedaan antara pengusaha lokal maupun yang dari luar daerah terlebih pengusaha yang ada telah berhimpun dalam satu organisasi resmi seperti HIPMI yang diakui kapasitasnya secara nasional.
Seharusnya terang Sumarno pihak pemerintah provinsi misalnya bisa lebih memberdayakan pengusaha lokal karena banyak keuntungan yang bisa diperoleh minimal tidak ada pengerahan tenaga kerja dari luar daerah, namun tenaga kerja yang dilibatkan dalam proyek nantinya adalah masyarakat tempatan dimana kegiatan itu dikerjakan.
Sumarno menjelasnya, dari serangkaian lelang yang diikuti pihaknya secara khusus maupun pengusaha yang tergabung di dalam HIPMI Rohil diketahui rata-rata pemenang kegiatan lelang di pemprov Riau justru dimenangkan oleh perusahaan dari luar daerah.
“Kami pertanyakan keberpihakan pemerintah dalam hal ini, mengapa pengusaha lokal tidak diberi ruang untuk membangun daerah sendiri, padahal kita juga memiliki kemampuan sama,” ujarnya.**jarmain
















































