PEKANBARU, SUARAPERSADA. com – Dari 13.000 jumlah warga masyarakat Kecamatan Rumbai Pekanbaru yang diusulkan RT/RW yang layak menerima bantuan sosial (Bansos) yang terdampak Pandemi Covid-19. Namun hingga tahap kedua penyaluran sembako oleh Pemko Pekanbaru, Kecamatan Rumbai baru menerima 3109 paket sembako. Hal tersebut disampaikan Camat Rumbai, Vemi Herliza, saat dikonfirmasi media ini diruang kerjanya Rabu (27/5/2020).
Dikatakan Vemi Herliza, Kecamatan Rumbai yang terdiri dari delapan Kelurahan, 74 RW dan 282 RT. Saat pengisian formulir data keluarga yang diserahkan para RT berjumlah sekitar 14.000 KK. Namun setelah dilakukan seleksi tinggal sekitar 13.000 KK. “Nah…data inilah yang diusulkan kepada Dinas Sosial”, terang Vemi.
Pada tahap I penyaluran bantuan sembako oleh Pemko Pekanbaru, Kecamatan menerima kuota sebanyak 1881 paket dan tahab II berjumlah 1228 paket sembako. Selanjutnya, yang diusulkan untuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat melalui Kementerian sosial (Kemensos) sebanyak 2014 Kepala Keluarga (KK) dengan nominal bantuan sebesar Rp 600 ribu/bulan dan berlangsung selama tiga bulan. Bantuan tersebut sudah tersalurkan, “Namun jumlah penerima kami tidak tahu, sebab pihak Kemensos tidak memberitahu kepada pihak Kecamatan berapa kuota penerima,” terang Vemi.
Ditanya tentang sistim pendistribusian sembako dari Pemko Pekanbaru di wilayahnya. Menurut Vemi, penyaluran sembako di masing-masing Kelurahan, baik tahap I dengan cara door to door dan tahap II yang diserahkan para RT/RW kepada warga penerima alhamdulillah berjalan aman dan lancar, terangnya.
Lagi ditanya, masih adanya penerima bansos ganda.Dia mengakui bahwa data yang digunakan belum sesuai dengan kondisi terakhir atau terkini. Sehingga pada data yang digunakan terdapat orang yang sudah meninggal, pindah masih terdaftar sebagai penerima bantuan. Inilah penyebab terjadinya penerima bantuan ganda. Ditambah lagi data yang diserahkan RT masih adanya dimasukkan Peserta Keluarga Harapan (PKH), ujarnya.
Sesungguhnya, data yang falid adalah yang diserahkan para RT/RW.Tetapi perlu diingat bahwa data tersebut bukanlah sebagai data warga miskin di Kecamatan Rumbai, tetapi warga yang terdampak Cobid-19, ulasnya.
Disinggung tentang bantuan sembako bansos Covid-19 tahap ke III oleh Pemko Pekanbaru yang telah dilepas oleh Walikota Pekanbaru, Jumat (22/5) lalu. Vemi mengaku sudah mengetahuinya. Namun pihaknya belum menerima bantuan tersebut, “Mungkin dalam waktu dekat ini akan diterima, mengingat saat ini masih suasana Idul fitri,” sebutnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus memandu dan mengarahkan para Lurah, agar dalam penyaluran bantuan Covid-19 tepat sasaran. Jika ada kebijakan dilapangan, semisal penerima ganda, atau pindah dan meninggal dunia, segera dibuatkan berita acaranya sehingga tidak menjadi polemik ditengah masyarakat, tegasnya.
Dia berharap Pandemi Covid-19 segera berlalu, agar kondisi kembali normal sebagaimana biasanya. Dan diharapkan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Antara lain, physical distansing, menggunakan masker saat keluar rumah dan rajin mencuci tangan, pungkasnya, (jsR)


















































Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.
These are actually great ideas in concerning blogging.
I really like and appreciate your blog post.
I am regular visitor, how are you everybody? This article posted at this web site is in fact pleasant.
Your site is very helpful. Many thanks for sharing!
It’s in fact very difficult in this full of activity life to listen news on TV,
therefore I simply use world wide web for that purpose, and obtain the hottest information.