PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Hasil Patroli kawal hak pilih oleh Bawaslu Pekanbaru, hingga menjelang berakhirnya tahapan penyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pemilu 2024 oleh KPU, masih ditemukan sejumlah fakta dan kendala dilapangan. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu kota Pekanbaru, Rizqi Abadi, SI.Kom didampingi Siti Syamsiah S.IP, M.Si, dan Yasrif Yakub Tambusai,SH, MH pada konferensi Pers, Jumat (19/5/23).
Dikatakan Rizki Abadi, Bawaslu Pekanbaru dan Panwascam telah melakukan Patroli Pengawanan lebih kurang 50 kali, dengan sasaran utama adalah lokasi pasar, Sekolah tingkat SLTA, hingga perbatasan Pekanbaru dengan Kampar, Pelalawan dan Siak, guna memastikan terpenuhinya hak pilih masyarakat dan terdaftar sebagai dalam Daftar pemilih pada Pemilu 2024 mendatang, sebut Rizki Abadi.
Untuk suksesnya Patroli Kawal hak Pilih sesuai Instruksi Bawaslu RI Nomor 4 tahun 2023l di Pekanbaru, Bawaslu Pekanbaru telah mendirikan 50 posko di 15 Kecamatan di Pekanbaru.
Selanjutnya kata Rizqi, dari hasil pengawasan Bawaslu pada pengumuman daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), ditemukan fakta dan kendala di lapangan. Yakni, masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengecek apakah terdaftar dalam daftar pemilih yang ditempel di kelurahan atau tempat umum. Tidak lengkapnya elemen data pada daftar pemilih yang diterima Bawaslu. Pemilih ditempatkan pada TPS yang berjauhan dari lokasi TPS.
Selanjutnya, belum adanya keputusan KPU terkait lokasi TPS pada wilayah perbatasan. Masih ditemukan sejumlah pemilih yang belum masuk dalam pemlih DPSHP. Sosialisasi penyusunan daftar pemilih oleh KPU. Warga luar kota belum terdaftar dalam DPS karena belum mengurus surat pindah domisili. Serta akses SIDALIH terlambat diterima Bawaslu Pekanbaru dan Pemilih dalam satu TPS mencapai 300 orang di kecamatan Rumbai Timur, urainya.
Rizqi Abadi menjelaskan, hasil rekapitulasi DPSHP Pekanbaru antara lain : Jumlah TPS 2755, Pemilih baru 7001, Pemilih Tidak Memenuhi Syarat 3714, Pwrbaikan data 78.952, Pemilih aktif 772.868 dan pemilih nin e-KTP 2762 orang.
Sementara TMS : Meninggal 86 , Ganda 3052, Pindah domisili 554, TNI 7, Polri 15 orang. Dari data tersebut. mulai dari DPHP, DPS hingga DPSHP telah disampaikan ke KPU untuk diperbaiki. Terutama masih ditemukannya data ganda di DPHP sebanyak 1.395 orang, terang Rizki Abadi.

Dikatakan Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu kota Pekanbaru ini, mengingat tahapan Penyusunan DPSHP akan berakhir pada 31 Mei 2023, kami mengajak rekan-rekan media untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar mengecek namanya di website www.cekdptponline.kpu.go.id atau cek nama di DPSHP yang ditempel di kantor Kelurahan oleh PPS. “Jika belum terdaftar segera hubungi KPU atau Panwaslu di wilayah masing-masing. Agar hak pilihnya tidak sia-sia demi suksesnya Pemilu 2024 mendatang,” harap Rizki Abadi.
Ditanya terkait TPS yang berjumlah 2.755 apakah sudah termasuk berlokasi di Rumah Sakit serta ketentuan terhadap pemilih TMS. Menurut Rizki Abadi, jumlah TPS tersebut belum termasuk di Rumah Sakit dan Panti Jompo, “Kita tunggu saja keputusan KPU, karena hal tersebut juga sangat penting untuk kita awasi.Apakah akan ada TPS berjalan seperti Pemilu sebelumnya. Terkait pemilih TMS kita mengusulkan agar dihapus saja, terang Rizki Abadi menyudahi.
Yasrif Yakub Tambusai,SH, MH menambahkan, pihaknya juga
mengajak para partai politik peserta pemilu 2024 untuk turut serta berperan aktif, melakukan pengawasan dan mengajak masyarakat untuk memberikan hak pilihnya. Karena hal tersebut juga akan berpeluang menambah suara kepada partai mereka, harap Yasri Yakub Tambusai.(jsR).






















































