MENJELANG akhir masa jabatannya, Gubernur Riau (Gubri) Wan Thamrin Hasyim menyempatkan diri untuk meninjau proses pengerjaan seksi satu jalan tol Pekanbaru-Dumai.
Progres yang terus terlihat signifikan itu masih terus digenjot penyelesaian pengerjaannya. Ada pun hambatan penyelesaian pengerjaan, karena adanya penanganan sejumlah titik kondisi tanahnya yang dianggap labil, diperlukan penguatan. Dari 9,5 kilo meter seksi I tersebut, sepanjang 6 kilo meter diantaranya sudah diaspal.
Dari hasil pemantauannya, kata Wan Thamrin, memang masih ada beberapa spot yang belum selesai dan dalam tahap penyelesaian.
“Komitmennya cuma bujur lalu lintang patah, apapun untuk tol ini kita hadapi, bagaimana pun kita sudah ada hukumnya. Maka itu ini harus jadi bagaimana pun juga. Semoga semuanya lancar. Walau saya nanti tak ada lagi di Februari, biarlah yang baru melanjutkannya lagi nanti,” kata Wan Thamrin.
“Sudah ada kemajuan. Kita berharap terus digesa lagi,” kata Gubri, Rabu (30/1/19).
Banyaknya kondisi jalan yang sudah teraspal semakin dapat mewujudkan harapan, Riau akan memiliki jalan tol yang diharapkan kelak bisa menopang perekonomian di Riau.

Gubri H Wan Thamrin Hasyim beserta Jajaran Terkait rapat terbatas saat Tinjau Progres Pembangunan Tol Pekanbaru Dumai
Sementara pimpinan proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai pada seksi I, Bambang H menjelaskan sejumlah titik lahan yang dianggap perlu penanganan khusus tersebut, belum bisa diselesaikan secara instan. Pasalnya penimbunan untuk penguatan struktur tanah dilakukan bertahap.
Menurut Bambang, hal itu dilakukan agar kejadian tol di Cipularang tidak terulang. Karena kelabilan tanah, terjadi pergeseran yang berdampak pada pengerjaan fisik jalan sudah sudah dilakukan.
“Tanahnya timbunan tinggi-tinggi. Kalau cepat-cepat kita kerjakan takutnya amblas. Nimbunya harus perlahan. Contoh di tol Cipularang, ada beberapa spot yang kita lihat struktur tanahnya hampir sama, makanya kita hati-hati mengerjakannya, tidak asal,” ungkap Bambang.
Selain itu, pengerjaan proyek jalan tol yang akan masih terputus pengerjaannya karena terhalang jalan nasional, lintas Pekanbaru-Minas, nantinya akan dijadikan dua alternatif pilihan.
Apakah nantinya akan dibuatkan underpass atau fly over. Pilihan ini masih dalam kajian, mana yang dianggap cocok yang akan dilakukan.**(Adv)























































