PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Hujan lebat disertai petir yang mengguyur kota Pekanbaru, Selasa (22/3) dinihari. Mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Pekanbaru digenangi air.
Seperti halnya, jalan Dharma Bakti Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, yang merupakan jalan alternatif di kawasan tersebut, sepanjang 200 meter badan jalan digenangi air dengan ketinggian 40 cm. Kondisi tersebut mengakibatkan arus lalulintas macet.
Rudi, salah seorang warga menyebutkan, bahwa kawasan tersebut sudah menjadi langganan banjir jika hujan turun. “Jangankan hujan dengan intensitas tinggi, hanya hujan sebentar saja, jalan tersebut sudah banjir,” ujar Rudi.
Menurut Rudi, terjadinya banjir dikawasan yang padat penduduk tersebut disebabkan berbagai faktor. Antara lain, permukaan jalan sangat rendah dan cembung, diperparah lagi dengan sistim drainasenya buruk. Dimana, menurut Rudi, drainase rendah dan tersumbat oleh tanah dan sampah.
“Banjir yang kerap terjadi di jalan Dharma Bakti dan sekitarnya akibat air yang tergenang tidak bisa mengalir dengan lancar. Karena saluran air atau drainase. Sementara pengawasan dari dinas terkait masih kurang,” paparnya.
Diakuinya, beberapa minggu terakhir, puluhan petugas Operasional dan Perawatan (OP) Dinas Bina Marga Pekanbaru, melakukan pembersihan Drainase. “Namun kurang efektif, mengingat kondisi drainese yang sudah penuh dengan tanah dan sampah tidak cocok lagi dikerjakan secara manual,” kata Rudi lagi.
Ditempat terpisah anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi menyebutkan, Masalah banjir di beberapa titik maupun ruas jalan di Pekanbaru sudah tidak asing lagi. Dan sudah menjadi PR pemko Pekanbaru melalui Dinas terkait. “Namun hingga saat ini belum nampak mengalami perobahan yang signifikan,” terangnya.**(jsn)





















































