DPRD Sumut Minta Counter Airlines Harus Berdekatan

0
430

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Anggota Komisi D DPRD Sumut Basyir mengusulkan, agar counter dari masing-masing airlines yang nantinya akan dibuat di Kualanamu International Airport agar letaknya berdekatan antara satu maskapai dengan maskapai lainnya. Hal ini sehubungan dengan akan ditutupnya sales counter penjualan tiket secara manual pertanggal 15 Februari 2015.

“Counter letaknya saling berdekatan, sehingga memudahkan masyarakat,” ujar Basyir dalam Rapat Dengar Pendapat bersama sejumlah airlines, (04/02).

Menanggapi hal ini, Saiful mewakili PT Air Asia Airlines mengatakan bahwa itu merupakan otoritas dari PT Angkasa Pura. “Relokasi itu otoritas dari PT Angkasa Pura,” ujarnya.

Dalam RDP tersebut pihak Airlines juga mengeluhkan tentang tarif Baggage Handling System (BHS) yang ditetapkan oleh PT Angkasa Pura II per Februari 2015. Adapun besaran tarif angkutan udara dalam negeri sebesar Rp10.000,- per penumpang, belum termasuk PPN dan untuk angkutan udara luar negeri dikenai tarif sebesar $1,5 per penumpang. Pihak Airlines meminta agar kebijakan ini bisa ditinjau kembali.

Menanggapi hal ini, Basyir yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  meminta agar pihak maskapai untuk melayangkan surat keberatan, dengan alasan penjualan tiket sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. “Ini menyebabkan beban konsumen tinggi,” ujanya.

Basyir juga mengatakan bahwa beban ini memberatkan penumpang, apalagi BHS ini juga diberlakukan bagi penumpang yang tidak memiliki bagasi. Tentu ini sangat memberatkan. Belum lagi Bandara Kualanamu International Airport termasuk airport tax tertinggi di Indonesia.

Sedangkan untuk kebijakan tentang pemeriksaan kesehatan bagi pilot yang akan Flight, Basyir sangat mendukung hal tersebut. “Ini menyangkut keselamatan penumpang”, ujarnya.

Dalam rapat yang dilakukan, Komisi D DPRD Sumut meminta agar seluruh Airlines memperbaiki kualitas pelayanan sehingga baik, aman dan nyaman, melakukan maintenance secara priodik, Komisi D akan menyampaikan ke pihak PT Angkasa Pura agar membangun tempat pembuangan limbah sisa bahan bakar avtur, serta meminta agar pihak Airlines meminimalkan delay pesawat yang saat ini sering dikeluhkan masyarakat.(Win)

Tinggalkan Balasan