DPP- SPKN Minta APH Dan Pemko Pekanbaru Tutup Gelper Selamanya

0
2552
Sekjen DPP-SPKN, Romi Frans

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-
Berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) yang diduga kuat memiliki unsur perjudian, dikabarkan kembali marak beroperasi di wilayah hukum Kota Pekanbaru-Riau. Namun setelah mendapat sorotan dari masyarakat. Pemerintah kota Pekanbaru serta Aparat Penegak Hukum (APH) telah memberikan respons dengan menindak tegas praktik yang meresahkan masyarakat ini. Hal tersebut disampaikan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (DPP-SPKN), Romi Frans saat bincang ringan dengan awak media, Rabu (8/5/2024).

Dikatakan Romi Frans, sebelumnya  ditengarai, bahwa beberapa bulan terakhir Gelanggang permainan (Gelper) ini diduga telah beroperasi dengan leluasa di beberapa titik seperti Jalan Riau, Jalan Kuantan, daerah Jalan Tambusai Nangka. Diantaranya, Kinjond di jalan Tambusai, One piece ( sedap malam ) di jalan Kuantan Sumbersari, Pokemon di jalan Riau (pujasera becak wings) dan Binggo, urai Romi Frans.

Menurut Sekjen DPP-SPKN lagi, kondisi ini tentu akan berdampak sosial di tengah masyarakat serta ancaman serius terhadap moralitas dan ketertiban Kota Pekanbaru. “Ini adalah tugas Aparat kepolisian beserta Pemerintah kota Pekanbaru, ujar Romi Frans.

“Sesuai instruksikan Kapolri bahwa perjudian, Narkotika harus dibasmi dan ditindak tegas  tanpa pilih bulu dan diproses secara hukum”.Aparat Penegak Hukum (APH) serta Pemerintah kota Pekanbaru melalui Satpol PP selaku penegakan Perda sudah melakukan penertiban terhadap usaha Gelper, sebut Romi Frans.

Dikatakan Romi Frans, masyarakat kota Pekanbaru, merupakan warga yang agamis yang menginginkan kenyamanan. Maka Kami dari DPP-SPKN mendesak   Kapolresta dan Kapolda Riau untuk segera memberantas yang namanya judi khususnya di Pekanbaru dan Riau pada umumnya, pinta Romi Frans.

Diakhir bincangnya, Romi mengaku kebijakan APH dan Pemko Pekanbaru yang telah menutup usaha Gelper belum lama ini kita apresiasi. Dan kami meminta kepada Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat dalam hal ini Kepolisian Daerah Riau dan Polresta Pekanbaru supaya menutup habis kegiatan sejenis secara parmanen, harap Romi Frans.

Kakan Satpol PP Pekanbaru Zulfahmi Adrian yang diminta tanggapannya terkait judi dengan modus Gelper tersebut,  namun hingga berita ini dilansir belum memberikan jawaban.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol.Jeki Rahmat Mustika SIK yang dikonfirmasi terkait  judi Gelper di Pekanbaru, juga belum memberikan jawaban.(jsR).

Tinggalkan Balasan