Disinyalir Pencurian CPO Dilaut Masih Marak

0
660
Kapal Tanker sedang Berlayar di perairan laut Dumai

DUMAI, SUARAPERSADA.com– Diketahui beberapa perusahaan penimbun dan pengolah minyak Crude Palm Oil ( CPO ) di wilayah kota Dumai telah melaporkan kepihak berwajib terkait sindikat pencurian CPO Ditengah laut, bahkan tidak sedikit para pelaku sudah masuk bui alias dipenjara. Namun aksi pencurian dan penampungan/ penadah minyak CPO dari Kapal Tengker maupun Ponton di tengah laut diduga masih berlanjut.

Dugaan masih maraknya aksi pencurian CPO tersebut disampaikan salah seorang sumber yang minta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurut sumber aksi pencurian CPO masih tetap berjalan lancar/ mulus. “Sampai saat ini aksi pencurian minyak Crude Palm Oil ( CPO ) di perairan laut Dumai masih marak,”aku sumber.

Kepada suarapersada.com, sumber informasi menututkan, masih maraknya aksi pencurian minyak CPO tersebut tidak terlepas dari adanya dugaan kerjasama terselubung antara oknum Anak Buah Kapal (ABK) dengan petugas loding perusahaan pengorder minyak CPO dan oknum penyedia jasa tenaga penguras kerak atau sisa minyak CPO di dinding atau.palka kapal pengangkut minyak CPO, tuturnya sumber.

Lagi menurut sumber, untuk memuluskan aksi pencurian minyak, oknum pencuri dan penampung minyak CPO berkedok sebagai jasa Claining Service. Diduga mereka harus terlebih dahulu merogoh kocek untuk servis atau tutup mulut kepada oknum oknum berkompeten di laut dan darat. “Jadi patut diduga bahwa aksi pencurian minyak CPO di tengah laut tersebut sudah terorganisir,” cetusnya.

Dipaparkan sumber lagi, untuk memperoleh minyak CPO murni lebih banyak dari Kapal yang di bersihkan oknum penyedia jasa Claining Service. Dengan terlebih dahulu bernogoisasi dengan pihak oknum ABK atau Nahkoda Kapal untuk menghindari adanya Klaim. Oknum Nahkoda atau ABK kapal yang bermain dengan oknum mafia pencuri minyak di laut sengaja melobi oknum petugas loding (bongkaran)dan sonding (pengukur) kadar serta berat minyak pada perusahaan penerima ( pengorder ) minyak CPO tersebut, ulasnya sumber lagi.

Hal senada juga di sampaikan salah seorang pria paroh baya yang mengaku pernah menggeluti operandi yang sama inisial S “Sebenarnya kegiatan Claining Service ( Menguras/membersihkan ) palka kapal tongkang atau ponton itu hanya dalih,”terangnya.

Karena minyak CPO murni masih ada tersisa dalam palka kapal. Nah untuk bisa memperoleh minyak CPO murni tersebut, dalang /majikan penyedia jasa Claining Service selalu terlebih dahulu menghubungi dan bernegosiasi dengan salah seorang ABK kapal. pengangkut yang akan menuju pembongkaran/ loading.” Ujar pria berinisial S kepada suarapersada.com di salah satu pelabuhan Dumai.

Ditempat terpisah, salah seorang Humas perusahaan penimbun dan pengolah minyak CPO di Kota Dumai yang dikonfirmasi Media ini terkait informasi tersebut. Mengakui masih terjadi beberapa kasus dugaan penggelapan dan pencurian minyak CPO. “Ya kita sudah laporkan ke pihak berwajib,”ujarnya.

“Karyawan kita selalu mengaku bekerjasama dengan beberapa orang ABK dan oknum pencuri yang berpura pura berprofesi sebagai keagenan tenaga Claining Service.” Ujar salah Humas perusahan penimbun dan pengolah minyak CPO di Dumai, Senin ( 10/02/2020 )

Upaya konfirmasi dan klarifikasi kebenaran informasi dugaan masih maraknya pencurian dan penampungan minyak CPO di tengah laut tersebut, Suara Persada.com mencoba menemui pihak terkait. Antara lain, Sat Pol Air, Airud,TNI AL dan Polisi Kepelabuhanan namun belum membuahkan hasil.(tim)

Tinggalkan Balasan