DUMAI, SUARAPERSADA.com – Humas PGN, Taufik, dinilai “Asal Bunyi alias Asbun” soal pihak kontraktor PT Noorel yang mengerjakan pemasangan Jaringan Pipa Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kota Dumai mengaku sudah mengikuti aturan.
Sebelumya, Taufik mengaku bahwa pihak kontraktor (PT Noorel) selalu koordinasi dengan pemerintah kota termasuk soal aturan pembatasan sosial (social distancing ataupun Physical Distancing).
Menurtunya, saat beraktifitas seluruh ,pekerja selalu mengikuti protokol kesehatan guna mencegah pandemi covid-19 dan menyebut semua pihak ingin menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya tanpa mengabaikan ketentuan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota, akunya.
Namun apa yang dijelaskan atau diakui Humas PGN tersebut, tarnyata Asal Bunyi alias Asbun. Sehingga patut di sebut telah melakukan pembohongan publik. Pasalnya, fakra di lapangan, sebagai mana diatur dalam protokol keseharan, termasuk soal physical distancing (jaga jarak) yang diterapkan pemerintah pusat maupun daerah (Kota Dumai) melarang dilakukan keramaian atau berkumpul justru diduga tidak dituruti oleh pihak PT Noorel.
Sebagaimana pantauan medua ini, , para pekerja jaringan gas (jargas) yang berjumlah sekitar 200 orang lebih yang didatangkan pihak kontraktor dari daerah Pulau Jawa ke Kota Dumai hanya ditempatkan tinggal dibeberapa rumah kontrakan di wilayah kelurahan Jaya Mukti, Kota Dumai.
Ironisnya, rumah kontrakan para pekerja jargas tersebut diduga diketahui oleh pihak-pihak berkompeten soal penanganan penanggulangan covid-19 di Kota Dumai, baik pihak Satpol PP, kelurahan, kecamatan, LPMK dan Rt setempat maupun beberapa oknum tim gugus tugas covid-19 namun hingga kini rumah sewa yang ramai-ramai (hingga sampai 63 orang) satu rumah ditempati pekerja jargas terkesan pembiaran dan tidak ada larangan.
Bahkan sejumlah media online di Kota Dumai sudah berulangkali mengangkat pemberitaan soal fenomena orang ramai/berkumpul itu akan tetapi belum ada tindakan.
Ketika hal tersebut dikonfirmasi media ini ke Lurah Jaya Mukti, hingga berita ini diekspos tidak ada balasan dari lurah dimaksud. Sementara juru bicara (humas) gugus tugas covid-19 Kota Dumai, dr Sayful, menyebut soal pekerja yang ramai-ramai berkumpul di satu rumah tidak boleh “itu tidak boleh” imbuh Saiful, namun hingga kini tidak ada tindakan dari para pihak terkait.
Sementara itu, menyikapi penjelasan humas PGN yang dikirim lewat nomor Phonselnya kepada media ini dinilai asbun diakui Taufik hal tersebut bukan statemen/pengakuan Taufik, namun pengakuan pihak PT Norel di Jakarta.
“Penjelasan itu bukan statemen saya tapi penjelasan pihak kontraktor di Jakarta saya teruskan ke bapak”, ujar Taufik dari ujung phonselnya saat dihubungi suarapersada.com.
Untuk diketahui, di wilayah kelurahan Jaya Mukti, Kota Dumai, terdapat rumah yang dihuni oleh pekerja pemasangan pipa jargas mulai dari 30 orang, 45, 52 hingga 63 orang.
Fenomena ini tentunya mengakibatkan terjadinya penumpukan atau keramaian yang berimbas kepada keresahan dan kenyamanan warga sekitar bahkan jelas tidak menuruti aturan pemerintah maupun protokol kesehatan soal pembatasan sosial. ** (Tambunan)






















































