Diduga SYN Meninggal Saat Bekerja, Transparansi Managament PT. IBP Dipertanyakan

0
317
Kawasan Kantor Perusahaan Tempat Almarhum Bekerja Sebelumnya

DUMAI, SUARAPERSADA.com- Peristiwa naas yang menimpa dan meninggalnya karyawan PT. Inti Benua Perkasa (IBP), SYN masih misteri. Pasalnya, hingga berita ini dilansir, pihak managament PT IBP belum memberikan keterangan resmi kronologis meninggalnya SYN pada Sabtu 01 Januari 2020 sekiitar pukul 19.00 WIB lalu.

Informasi yang dirangkum media ini, terjadinya peristiwa naas yang merenggut nyawa SYN, karyawan PT Inti Benua Perkasatama berawal, pada hari Sabtu tanggal 31 Januari 2020, SYN diperintahkan atasannya untuk memperbaiki salah satu lampu penerangan di sekitar lingkungan plant boiler PT IBP Dumai.
.
Saat melakukan perbaikan lampu, tiba tiba lantai tempat SYN berpijak jebol dan runtuh bersamaan dengan korban dari ketinggian 10 meter lebih. Jatuhnya korban bersama runtuhan lantai, diduga kuat, SYN tidak menggunakan/memakai Sefty pengaman ( Body Hernest), sebagaimana diatur dalam Undang-undang, tentang keselamatan kerja.

Hanya saja upaya konfirmasi dan klarifikasi “suarapersada.com” kepihak PT.IBP terkait kronologis atau misteri meninggalnya SYN, belum membuahkan hasil sebagaimana harapan masyarakat. Khususnya, keluarga dan kerabat almarhum.

Anehnya, pihak PT. IBP tidak transparan dan terkesan menutup-nutupi kronologis meninggalnya SYN. Bahkan nuansa saling lempar tanggung jawab antara managament tampak mengental saat dikonfirmasi media ini, Rabu (5/2).

General Manager (GM) PT. IBP, Melong, saat dikonfirmasi melalui pesawat silulernya. Melalui pesan singkatnya, Melong justru menyuruh awak media untuk menghubungi Humas PT.IBP Dumai, “Hubungi Sarmin pak,” jawabnya enteng dalam pesan singkatnya. Alhasil, Humas PT. IBP, Sarmin, yang dikonfirmasi sesuai arahan pimpinannya, justru memilih untuk tidak menjawab alias bungkam.

Disisi lain, dengan aplikasi WhatsApp, pihak Disnaker Kota Dumai, melalui Bidang Pengawasan ketenaga kerjaan Disnaker Dumai, Iwan. Dia mengaku belum menerima laporan dari pihak perusahaan, adanya kecelakaan kerja pada perusahaan tersebut, jawabnya singkat.

Ditempat terpisah, salah seorang Pengurus Serikat buruh di Dumai mengaku heran dan kecewa atas ketidak transparan pihak perusahaan. Khususnya kepada Humas PT. IBP. “Sarmin selaku perpanjangan tangan perusahaan seharusnya tidak tertutup kepada wartawan.” Apalagi kejadian tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa karyawan perusahaan, cetusnya. Seraya mendukung upaya media ini untuk kupas tuntas tabir penyebab meninggalnya karyawan tersebut. (Mulak Sinaga).

Tinggalkan Balasan