Diduga Oknum Karyawan Jual Lahan Tanah EKS PTPN II ke Pengembang

0
400

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Oknum karyawan  diduga terlibat permainan penjualan lahan tanah eks PTPN II di sepanjang jalan arteri (Sultan Serdang) Kualanamu Deliserdang pada  pengembang dengan nilai miliaran rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, Jumat (14/04), praktik ini berlangsung lama namun tetap terlihat aman tanpa ada tindakan hukum.

Bahkan, timpa menimpa penjualannya. Melenggangnya permainan ini, diduga kuat tidak terlepas keterlibatan orang dalam di perkebunan itu, sehingga pengembang bebas menguasai dengan melakukan penembokan tanah sesuai luas lahan yang sudah ia beli dari mafia tanah di dalam perkebunan itu.

Disebutkan, ada plank yang dibuat di beberapa titik di sepanjang jalan arteri.

“Aset PTPN II” hanya modus, untuk menguasasi kembali dan kemudian dijual pada pe-ngembang lain yang berminat. ”Plank hanya modus, setali dua uang kemudian dijual kem-bali pada mafia tanah,” sebut sumber.

Ketua Serikat Pekerja (SP-Bun) PTPN II unit Batang Kuis Dedek yang dikonfirmasi wartawan via telepon menyatakan, menepis semua tuduhan itu.

“Mana mungkin ada keterlibatan karyawan apalagi menjual aset perkebunan. Tidak benar itu,” katanya.

“Malah kita berusaha, yang dikuasasi oknum tertentu agar kembali menjadi aset PTPN II,” ujarnya dan menegaskan pihaknya memasang plank pertanda setiap tanah yang ditembok dan dikuasai pengembang aset PTPN.

Kenapa baru dibuat plank, padahal sudah lama dikuasai pengembang. Menurutnya, itu hanya kebijakan pimpinan saja. Sekarang zamannya Presiden Jokowi, jadi kebijakannya dan peraturan lain.

Sebagai serikat pekerja, pihaknya hanya menjalankan tugas. Kalau sudah diperintahkan memasang plank tidak boleh mundur.

Tanah yang ada di sekitar arteri itu yang sudah dikuasasi akan diambilalih kembali PTPN II, karena itu aset dan milik negara, tegasnya.

Pantauan wartawan hampir sepanjang jalan arteri Kualanamu, yang notabenenya disebut aset PTPN II sudah ditembok dan dimiliki  oknum pengembang. Bahkan walau pihak PTPN II gencar memasang plank merek penguasaan aset. Penembokan lahan perkebunan sepanjang area itu terus dilakukan.**Win

Tinggalkan Balasan