DUMAI,SUPERSI-Dermaga TNI Angkatan Laut Lanal Dumai, yang dibangun menggunakan anggaran PT Pelabuhan Indonesia I tahun 2008, disebut sebut “ Mubajir “. Disebut mubajir kemungkinan besar karena kerusakan sebagian besar dermaga, sehingga TNI AL tidak dapat memfungsikannya.
Konon sejak diserah terimakanya dermaga tersebut tahun 2009 hingga sekarang, pelabuhan yang dibangun menggunakan anggaran sekitar 1,2 Miliar itu, tidak pernah dipakai oleh pihak sipenerima yaitu pihak TNI AL Lanal Dumai.
Menariknya, kendati bangunan dermaga TNI AL lanal yang terletak di Jalan Nelayan Laut Dumai itu disebut sebut telah siap dibangun 2008 dan diserah terimakan ke pihak TNI AL pada tahun 2009, namun hingga kini, ada sumber Suara Persada yang menyebutkan, kalau TNI AL Lanal Dumai, tidak memiliki dermaga khusus, yang siap dipakai untuk sandar/berlabuh setiap saat.
Ironisnya lagi, kendati informasi masalah kerusakan dan kejanggalan serah terima dermaga TNI AL Lanal Dumai yang dibangun mempergunakan anggaran keuangan PT Pelabuhan Indonesia I itu, telah dipertanyakan wartawan Suara Persada kepada Komandan TNI AL Lanal Dumai.
Namun, hingga saat ini, pihak petinggi TNI AL Lanal Dumai, tidak atau belum memberikan penjelasan atas apa yang dipertanyakan wartawan Suara Persada. Sehingga dengan demikian timbul kesan, kalau pihak TNI AL Lanal Dumai, “ setuju “ dipergunakan sebagai tameng, untuk menghambur hamburkan uang milik PT Pelindo.
Yang lebih menariknya lagi, kendati pihak TNI AL Lanal Dumai, disebut sebut belum pernah merasakan hasil pembangunan dermaga itu. Namun, pihak TNI AL Lanal Dumai, masih terkesan tidak keberatan disebut sebagai pemilik dermaga. Hal itu ditandai tidak adanya upaya dari pihak TNI AL Lanal Dumai, untuk menyingkirkan/ mencabut papan plang bertuliskan dermaga TNI AL Lanal Dumai, yang terletak di di Jalan Nelayan Laut ujung itu.
Dengan demikian timbul dugaan, kalau TNI AL Lanal Dumai, “turut“ menutup-nutupi borok pihak penyedia dan pelaksana proyek pembangunan dermaga itu. Dugaan turut menutup nutupi borok pelaksana pembangunan proyek dan penyedia anggaran, untuk pembangunan dermaga TNI AL lanal Dumai itu, diperkuat dengan adanya kabar atau informasi yang menyebutkan, tidak adanya upaya dari pihak TNI AL Lanal Dumai, untuk melaporkan kejadian ambruknya sebahagian dari dermaga kepihak berkompeten, seperti Kejaksaan maupun Kepolisian Republik Indonesia.
“Karena PT Pelabuhan Indonesia I itu adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara BUMN, jadi bila mengeluarkan anggaran bersifat mubajir, kita pasti dapat dampaknya. Nah apalagi, dermaga yang dimaksud disebut-sebut milik TNI AL Lanal Dumai, ini pasti berdampak kepada negara. Namun kenapa pihak TNI AL Lanal Dumai, tidak melaporkan kejadian tersebut kepihak berwenang, seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan Menteri BUMN ?” ujar salah seorang warga Keluraha Dumai Barat berinitial Ahd, sedikit nadanya seakan mengkritisi pihak TNI AL Lanal Dumai.**Mulak Sinaga





















































