BENGKALIS, SUARAPERSADA.com – Dalam agenda kunjungannya ke pulau Bengkalis (23/1/2018), Bupati Siak, H.Syamsuar menyempatkan waktunya untuk meninjau langsung tempat pembibitan budidaya kayu hutan jenis Geronggang (Gerunggang) yang terletak dijalan lintas air putih-selat baru.
Kedatangan Buapati Siak ke lokasi Pembibitan Gerunggang miliki Kelompok Masyarakat atas nama Sinar Mutiara Gerunggang (SMG) binaan dari Lembaga Swadaya Masyarakat-Ikatan Pemuda Melayu (LSM-IPMPL), sontak membuat Ishak yang bertindak selaku kordinator lapaangan Kelompok Sinar Mutiar Gerunggang terkejut dan terharu.
Pasalnya selaku orang lapangan di klompok SMG, Ishak mengakui kalau ia tidak diberitahu oleh pengurus SMG lainya kalau orang nomor satu dari kabupaten Siak tersebut pada hari ini berkunjung melihat karya dan upayanya melestarikan kembali potensi sumber daya alam tubuhan kayu hutan habitat lahan gambut yang dulunya cukup berperan serta sebagai benteng antisipasi terjadi bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan di bumi lancang kuning.
Kayu Gerunggang tersebut dinilai punya kemampuan mengikat air dalam jumlah besar. Namun habitat tumbuhan tersebut hampir punah bagaikan “Mutia bumi Riau yang terabaikan”.
Masih menurut Ishak, baginya sediktpun tidak menjadi persoalan diberi tahu ataupun tidak oleh pengurus SMG lainya atas kunjungan Bupati Siak kelokasi pembibitan tersebut. “Malah saya sangat bersukur kepada allah S.W.T dan terharu sekali, karena selama ini tidak terpikir sedikit pun dalam benaknya upaya yang dilakukan bersama teman-teman secara swadaya tanapa adanya bantuan dari pihak manapun dalam membudidaya tumbuhan hutan yang selama ini mungkin tidak dianggap oleh sejumlah kalangan penguasa setempat, malah mendapat lirikan dari sorang kepala Daerah Kabupaten Siak Sri Indra Pura,” tuturnya terharu.
Sesampainya dipintu masuk lokasi pembibitan Kelompok Sianar Mutiara Geronggang, H.Syamsuar disambut dengan pemandangan yang sangat indah dari kiri kanan jalan masuk tertata rapi ribuan pohon gerunggang berbaris lurus diperkira berusia antara dua sampai dengan lima bulan.
Setelah melihat-lihat tanaman geronggang terebut , H.Syamsuar didipandu langsung oleh beberapa orang pengurus kelompok SMG meninjau kelokasi dimana ribuan bibit gerunggang yang sudah jadi layak tanam, kemudian dikuti meninjau lokasi hampar kurang lebih empat ratus ribu polybeg yang sudah berisi tanah dan dipayungi steding net siap dimasukan kecambah geronggang.
Sambil tersenyum lebar mantan Pj.Bupati Kepulauan Meranti tahun 2009 itu menggeleng-geleng kepalanya. Syamsuar sempat mengungkapkan dengan logat melayu kentalnya itu “luo biaso potensi gerongang ini dan sayo akan segera menurunkan tim dari Pemkab Siak untuk bisa mempelajarinyo secara utuh, kareno sayo dijelaskan oleh kawan-kawan pengurus kelompok gerunggang ni, nilai ekonomi dari penanaman gerunggang bisa mencapai hingga tigo miliyar per hektar, jiko itu betul sayo yakin dengan masyarakat menanam gerunggang pado lahan-lahan gambut yang ribuan hektar terlantar di Kabupaten Siak, otomatis akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Kami jugo sekarang dikabupaten Siak sedang akan menanam kurang lebih empat ribu hektar tanaman hutan. Insyaallah setelah sayo mengetahui potensi kayu geronggang sebegitu beso nilainyo, sayo akan berusaha mengembangkannyo dikabupaten siak setelah tim nanti turun kesini mempelajarinyo” ungkap H.Syamsuar.
Tak cukup sampai disitu saja, orang nomor satu yang memimpin Kabupaten hasil dari pemekaran Kabupaten Bengkalis tersebut, dengan dipandu oleh Pengusrus Kelompok SMG mengelilingi kurang lebih satu hektar lahan gambut yang sudah tertanami Sembilan ribu lima ratus pohon geronggang usia antara dua hingga tiga bulan.
Ia juga dijelaskan bahwa ditengah-tengah jarak tanam satu meter antara tanaman geronggang dapat dilakukan tumpang sari dengan tanaman hutan jenis rotan yang kebetulan ada tumbuh dilokasi tersebut. Mendengar penjelasan yang memandunya, spontan H.Syamsuar mengatakan “ ini pas betol, kareno sayo jugo sedang berencana ingin mengembangkan rotan yang saat ini telah di Kembangkan di Propinsi Aceh, nilai ekonominyo luo biaso, informasi tersebut sayo perolehi dari pihak PT.Sianar Mas,” paparnya.
Usai meminjau geronggang yang telah ditanami, suami dari Hj.Misnarni juga dibawa kelokasi tempat penyemaian kecambah geronggang, pada kesempatan itu H.Syamsuar sempat meminta kepada pengurus Klompok SMG menunjuk cara-cara melakukan penyemaian geronggang hingga menjadi kecambah.
Selama ini boleh dikatakan masih belum ada orang yang mampu menemukan pembiakan benihnya dalam jumlah besar, namun harapan bupati Siak tersebut dijawab oleh ketua LSM-Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (IPMPL) Solihin yang menemukan cara-cara atau metode pembiakan keceambah geronggang.
Solihin sambil bercanda mengatakan “sabar lah dulu pak, ini kan rahasia perusahaan kami,” ujarnya. Takpelak gurauan itu spontan dijawab H.Syamsuardengan gurauan juga, “janganlah ilmu itu disembunyikan, jiko perlu potong lembu duo ekou pun tak apo-apo,” tanggap Bupati Siak sambil tertawa besar.
Menyangkut dengan seputaran penanaman pohon gerunggang menurut analisa yang dipaparkan secara singkat oleh Solihin, antara lain nilai menfa’atnya kurang lebih ada empat :
Pertama : melestarikan kembali lahan-lahan gambut yang telah dibebani alas hak, milik masyarakat maupun milik Pemrintah selama ini terlantar dan/atau tidak berpoduksi sehingga tidak mampu dijadikan tempat serapan air yang mengakibatkan terjadinya banjir, kebakaran hutan dan lahan dilahan-lahan gambut yang sangat rentan terbakar.
Kedua : Dengan lestarinya kembali pohon-pohon kayu hutan asli sejenis gerunggang dilahan-lahan gambut yang selama ini diterlantarkan, pada dasarnya akan mampu tercipta karbon dioksid, yang boleh dikatakan sebagian wilayah propinsi riau merupakan bagian dari paru-paru dunia.
Ketiga : Dengan lestarinya kembali lahan-lahan gambut khususnya di Propinsi Riau oleh tanaman kayu hutan asli jenis gerunggang , insyallah akan mampu menjadi dari prisai terjadi kebakaran lahan-lahan gambut, karena sipat utama kayu gerunggang adalah mengikat air yang senangtiasa dibawah pohonya tercipta genangan air sehingga sulit untuk terbakar.
Keempat : bernilai ekonomi yang sangat tinggi, hasil dari prokdusi penanaman kayu gerunggang yaitu, dalam satu hektar jumlah yang dapat ditanami dengan jarak satu meter per pohon diluar hitungan kanal takungan air keliling lahan mencapai 9,500 pohon, dalam rentang waktu lima tahun ukuran kayu tersebut bisa mencapai 7-9 inci , ketinggian tegakan mencapai kurang lebih 10 Meter. Kemudian dalam rentang waktu lima tahun sudah dapat dilakukan pemanenan penjarangan sebanyak 8,000 pohon sementara yang tinggal sebanyak 1.500 pohon lagi terus dilaakukan pembesaran. Dari 8.000 pohon, diolah menjadi kayu balok berukuran rata-rata 4 x4 inci x 16 kaki hasilnya kurang lebih 256 inci/pohon x 8.000 saama dengan 2.040.000 inci, kemudian dibagi 7,200 per ton, sehingga total bisa mencapai kurang lebih 284 ton. Nilai jual terhdap kayu gerunggang balok untuk pallet dibatam sempat dikonfirmasi oleh pengurus SMG pada perusahan pengolah kayu pallet per ton mencapai Rp 2.200.000.
Dari harga Rp 2.200.000 perton, setelah dipotong biaya bibit, pembersihan lahan, pengadaan bibit, perawatan, pengolahan hasil panen s/d biaya transfotasi angkutan dipotong 50% dari Rp 2.200.000, sisa bersih per ton bisa mencapai Rp.100.000 x 284 ton, total kurang lebih Rp 312.400.000.
Selanjutnya pada titik penebangan penjarangan sebanyak 8.000 pohon yang telah dipanen, dilakukan peyulaman (penanaman kembali) sebnayak 8.000 bibit gerunggang lagi, perhitungan setelah sampai usia penamana kembali pada titik penyulaman berusia lima tahun, dilakukan lagi penjarang/atau pemanen tahap dua yaitu sebanyak 8.000 pohon dengan nilai penghasilan bersih kurang lebih sama dengan penghasil panen penjangan tahap pertama yaitu Rp 312.400.000, sementara tegakan pohon gerunggang yang masih 1.500 pohon tetap berlanjut pembesaranya usia 12 tahun.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh LSM-IPMPL, terhadap pohon gerunggang yang terawat, dalam usia 12 tahun rata-rata pembesaran pangkalnya mencapai antara 18-19 inci paling kecil, sementara ukuran ujung layak produksi (layak potong) 10 inci dengan ketingian 49 kaki. Hitungan rata-rata 18 inci ditambah 10 inci menjadi 28 / 2 sama dengan rata-rata 14 x14 1nci x 16 kaki x 3 potongan sama dengan 9,408 inci nilai perbatang pohon gerunggang. Kemudian perhitungan 9,408 Meter persegi x 1.200 batang pohon total 11,289.600 inci / 11.200 per ton( setara 7.200 per ton bahan jadi) hitungan kayu log (bulat) total 1.008 ton dari 1.200 batang kayu gerunggag, sementara sisa 300 pohon lagi dinilai masuk dalam hitungan suter. Kala ini pasaran umum bahan dari jadi gerunggang diKabupaten bengkalis per ton nilai jualnya Rp 3.000.000,semetara dalam jangka 12 tahun diperhitungkan nilai jual pasaran local kayu gerunggang untuk bahan bangunan setidak-tidaknya mencapai 5,500,000 per ton, jika dihitung rata-rata harga kebutuhan kayu gerunggang tersebut mencapai Rp 2.800.000 x 1008 ton Rp 2,822,400,000 ditmbah dengan hasil panen penjarangan tahap pertama dan tahap ke dua Rp 3.446.400.000 (tiga miliyar empat ratus empat puluh enam juta emapat ratus ribu rupiah)
jika dibandingkan dengan penghasilan tanaman kelapa sawit dilahan gambut dalam rentang waktu selama 25 tahun diperkira hanya menghasilkan uang rata-rata kurang lebiih, bersih per bulan/hektar Rp 1.000.000. Sementara masa produksi kelapa sawit dari 25 tahun hanya sekitar 20 tahun (240 bulan), sisanya selama 5 tahun yaitu dari masa penanaman (0) s/d 5 tahun dianggap belum bisa produksi. Jelas solihin.
Kurang lebih satu jam berada dilokasi pembibitan Kelompok Sinar Mutiara Gerunggang, H.Syamsuar berserata romobongannya pamitan untuk melanjutkan kegiatan yang lainya, namun sebelum bergerak ia berjanji kepada sejumlah pengurus kelompok SMG yang mayoritas merupakan anak jati melayu, bahwa ia akan secepat mungkin mengkordinasikan tim dari Pemkab Siak untuk melakukan penelitian secara utuh terkait dengan budidaya gerunggang dan sekaligus untuk bekerja sama dengan Kelompok SMG.**WTN.suarapersada.com Bengkalis (hen)
























































