BENGKALIS, SUARAPERSADA.com – Pemilik saham di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dara Sembilan, Desa Senggoro dinilai ikut bertanggungjawab atas kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah dalam melaksanakan kegiatan usaha pertanian dan home industry. Hal tersebut disampaikan Solihin, ketua LSM IPMPL melalui kordinator humasnya, Yanto, Minggu (16/9/18) di Bengkalis.
“Kepala Desa, sebagai salah satu pemilik saham ikut bertanggungjawab jika memang benar terjadi kerugian atas usaha BUMDes Dara Sembilan,” ujar Yanto.
Menurutnya, setelah dalam pelaksanaan usaha tahap pertama terjadi kerugian, namun kemudian pada tahun berikutnya disuntik lagi anggaran untuk usaha lain dengan direktur yang sama, tanpa adanya evaluasi dan audit keuangan serta pertanggung jawaban hukum terhadap kegiatan yang gagal dari direktur maupun pihak terkait lainya, secara langsung atau tidak langsung kepala Desa selaku pemegang saham tunggal harus di ikut bertanggung jawab.
“Masak kegiatan usaha sebelumnya terindikasi gagal oleh direktur yang sama malah disuntik lagi anggaran,” ujar aktivis itu menyayangkan.
Yanto memaparkan, anggaran untuk usaha pertanian telah merugi sekitar kurang lebih Rp 194 juta, sumber dana APBDes senggoro tahun 2016. Kegiatan tersebut pun dilaksanakan pada tahun 2017. Kemudian program usaha home industri pengolahan bakso dan budidaya ikan lele senilai RP 130 Juta, juga berssumber dari dana APBDes Senggororo tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tahun 2018, juga merugi.
Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh media ini, sampai dengan tanggal 30 April 2018 rekap saldo kas besar Bumdes Dara Sembilan desa Senggoro yang dianda tangani oleh direktur BUMDes Eka Novel, Amd bersama bendahara nya Reni Febrianti, jumlah sisa saldo BUMDes yang tinggal lagi hanya RP 44.928.691 terdiri dari kas unit pertanian cabe Rp 1,666.000, kas unit pertanian jagung Rp 2.236.000, kas unit perkebunan nenas Rp 1.412.000 kas unit hom industri pengolahan bakso RP 1.130.000, kas unit budidaya ikan lele RP 6.575.000, Kas BUMDes RP 1.880.156, Saldo rekening. BUMDesa RP 30.029.123.
Fakta lapangan membuktikan bahwa untuk kegiatan usaha jagung di Lahan yang disewa dari warga setempat (Wahab) senilai Rp 5 juta untuk 5 tahun sudah tidak beroperasi lagi, itupun ketika kegiatan penanaman jagung dilaksanakan beberapa waktu lalu menurut penjelasan warga lahan yang di manfa’atkan, oleh pihak BUMDes untuk menanam jagung hanya kurang lebih 40% dari lahan yang disewa. begitu juga usaha pertanian cabe pun sudah tidak beroperasi lagi.
Sebagaimana dilansir media ini beberapa waktu lalu, menurut warga setempat yang enggan namanya dipublikasi ketika Media media ini dilapangan menjelaskan penggunaan lahan yang telah disewa oleh pihak BUMDes untuk kegiatan usaha cabe hanya kurang lebih 50% dari luas lahan. Sementara untuk kegiatan usaha perkebunan Nenas luas lahan yang disewa oleh pihak BUMDes menurut penjelasan warga sekitar lokasi kurang lebih 2 ha,
Pun ketika media ini ke lapangan, kondisi lahan pertanian tersebut terlihat tidak terawat atau nenas-nenas yang ada ditutupi oleh semak-semak. Namun ketika berita dugaan penyimpangan kegiatan usaha BUMDes Dara Sembilan ini dipublikasit oleh media ini, tak lama berselang dikabarkan perkebunan nenas tersebut mulai dibersih oleh pihak BUMDes, seakan mereka ketakutan.
Jika dicermati dari anggaran modal yang digelunturkan untuk tiga item kegiatan cabe,jagung dan nanas senilai kurang lebih Rp 194 juta dikorelasi dengan apa yang tertuang dalam rekap saldo kas besar BUMDes s/d 30 april 2018 untuk tiga kegiatan tersebut total sisa modal termasuk hitungan keuntungan yang tinggal lagi hanya Rp 5.314.000, sehingga masyarakat umum pun dapat menghitung indikasi kerugian dari kegiatan tersebut.
Sementara untuk unit usaha budidaya ikan lele dan hom industri pengolahan bakso yang telah menyedot uang Negara melalui APBDes Senggoro tahun 2017 senilai kurang lebih Rp 130 juta, hampir sama yang terjadi seperti nasib usaha cabe, jagung dan nenas, hanya saja kegiatan tersebut masih berjalan walau layaknya disebut hidup segan mati tak mau.
Kepala Desa senggoro (Basrah) selaku pemegang saham tunggal di BUMDes Dara Sembilan 16/9/2018 ketika hubungi lewat HP ingin diminta tanggapannya seputar indikasi kerugian luar biasa yang dialami oleh BUMDes dara sembilan dengan enteng ia menjawab , “mohon maaf pak, ini hari libur,” ujarnya mengelak. Hingga berita ini dirilis kembali, yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi.**(HEN)

























































Howdy would you mind letting me know which hosting company
you’re utilizing? I’ve loaded your blog in 3 completely different internet browsers and
I must say this blog loads a lot quicker then most.
Can you suggest a good web hosting provider at a reasonable
price? Thank you, I appreciate it!
This is a topic that is near to my heart… Cheers! Where are your contact details though?
This design is spectacular! You most certainly know how to keep a
reader amused. Between your wit and your videos, I was almost moved to
start my own blog (well, almost…HaHa!) Great job. I really loved what you had to
say, and more than that, how you presented it. Too cool!