MEDAN, SUARAPERSADA.com – Seperti telah menjadi tradisi setiap ada proyek pembongkaran (pengerokan) jalan maupun gorong-gorong di Kota Medan, usai dikerjakan tidak diperbaiki seperti sediakala sehingga menimbulkan dampak pada pengguna jalan seperti yang terjadi di Jalan Jamin Ginting Km 12,5 yang tak jauh dari simpang RSU Haji Adam Malik Medan.
Meski pengerjaan pemasangan box culvert di Jalan Jamin Ginting Km 12,5 sudah selesai, namun pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) selaku pelaksana proyek tersebut belum juga memperbaiki dan mengaspal jalan itu seperti semula. Akibatnya, saat ini kondisi jalan di lokasi tersebut jadi rusak dan banyak lubang menganga.
Pantauan suarapersada.com, Jumat (03/04) sore, kondisi jalan yang tak jauh dari simpang Adam Malik itu, usai pengerjaan pemasangan riol tersebut memang cukup memprihatinkan. Bekas dari pengorekan yang dilakukan pihak proyek hanya sebatas ditimbun pakai tanah dan pasir batu (sirtu) saja.
Akibatnya, jika turun hujan jalanan di sekitar lokasi pun tergerus dan menimbulkan lubang. Parahnya lagi, jika tergenang air, lubang-lubang di jalan itu jadi tak terlihat, sehingga bisa membahayakan para pengguna kendaraan yang datang dari arah Medan menuju Tanah Karo maupun sebaliknya.
Jika pengendara tak ekstra hati-hati, maka bukan tak mungkin kendaraannya akan terporosok ke lubang yang menganga itu.
Demikian pula jika cuaca panas, jalan itu akan menjadi kering sehingga banyak abu berterbangan. Belum lagi batu kerikil yang berserakan di jalan tentu mengganggu para pengendara yang melintas, terutama pengguna sepeda motor.
Salah seorang pemilik mobil Toyota Agya bermarga Silalahi, mengatakan, setiap kali melintas di kawasan Jalan Jamin Ginting Km 12,5, tepatnya di kawasan bekas pengerjaan riol untuk saluran air itu, dirinya harus ekstra hati-hati mengemudikan mobilnya. Sebab, dia tahu mobil yang dikemudikannya ini pasti kandas jika melaju tidak menyerong saat melintasi jalan yang berlubang itu.
“Parah kali memang jalannya. Aneh, proyek sudah siap tapi jalan belum juga diperbaiki dan diaspal seperti semula,” kata Silalahi bernada kesal.**Win





















































