BC Dumai Gagalkan Penyeludupan Ribuan Botol Miras

0
368

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Dalam satu pekan terakhir ini, petugas P2 Bea dan Cukai Dumai tampak berhasil melakukan pencegahan dan pengamanan seribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek dari penumpang dan barang bawaan Kapal Ferry dari Batam. Miras berbagai merek tersebut ditangkap saat pemeriksaan di terminal Pelabuhan penumpang Pelindo Dumai.

Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Dumai, Puquh Wiyatno melalui Kasi Penindakan dan Sarana Operasi, MC Sarmento saat ditemui suarapersada.com di ruang kerjanya sore tadi (Kamis 24/4), membenarkan adanya penangkapan Miras berbagai merek dalam sepekan terakhir ini.

Menurut Sarmento, barang bukti miras yang berhasil diamankan dan ditangkap petugas BC dalam sepekan terakhir ini posisinya sudah dimasukkan dalam gudang BC menunggu proses pemusnahan.

Penangkapan sejumlah miras yang dilakukan petugas BC di terminal penumpang pelabuhan Pelindo Dumai dijelaskan Sarmento dilakukan dalam waktu dan hari yang terpisah. Miras yang ditangkap sebelumnya kata Sarmento mereknya berbeda-beda, diantaranya ada merek Red Label, Black Label dan Vodka. Saat ini semuanya barang bukti sudah diamankan digudang BC.

Sedangkan miras merek Cointreau yang ditangkap hari ini (Kamis 24/4) diakui Sarmento jumlahnya sekitar 628 botol. Diantaranya 70 botol dengan volume 350 mili dan 558 botol ukuran 50 mili.

Dijelaskan Sarmento, modus operandi penyeludupan miras dari Batam dilakukan pemiliknya dengan berbagai macam cara, diantaranya dimasukkan dalam kemasan kotak karton dan kemasan lainnya ditumpangkan melalui Kapal Ferry Batam Jet tujuan Dumai. Sedangkan miras merek Cointreau yang ditangkap petugas BC hari ini juga ditumpangkan dalam kapal Ferry Batam Jet. “Namun, modusnya berbeda pada penangkapan sebelumnya,” ungkap Sarmento.

“Miras merek Cointreau yang diamankan hari ini jelas Sarmento lagi, ditangkap bersamaan 10 karung berisi biji Coklat. Botol miras merek Cointreau semuanya dimasukkan kedalam karung yang berisi biji Coklat. Hal tersebut diketahui petugas saat dilakukan pemeriksaan melalui alat X-Ray oleh petugas BC, maka miras dalam karung tersebut tampak dalam layar monitor,” terang Sarmento.**Tambunan

Tinggalkan Balasan