MEDAN, SUARAPERSADA.com- Menyikapi kenaikan BBM khususnya solar untuk kebutuhan nelayan kecil Kementeri BUMN Erik Tohir beserta Menteri Koperasi, dan UKM Teten Masduki serta Pihak Pertamina bergerak cepat untuk penyaluran Solar Murah di 7 Titik daerah di Indonesia.
Kabupaten Deli Serdang termasuk satu dari tujuh daerah tersebut, hingga saat ini belum menikmati gerak cepat dari dua Kementerian tersebut agar nelayan di Deli Serdang bisa melaut.
Salah seorang Nelayan yang berada di Pantai Labu saat ditanyai oleh rekan-rekan wartawan di lokasi menyebutkan, selain kenaikan BBM juga langka sehingga mereka tidak bisa melaut.
“Jangankan mahal, BBM jenis solar sangat sulit kami cari, kalaupun ada hanya 5 liter yang bisa kami. Dengan jumlah tersebut tidak ada gunanya, karena tak cukup untuk melaut” Aku nelayan tradisional bernama Tumin, Minggu (9/10/2022)
Dikatakan Tumin, semenjak BBM naik harapan para nelayan tradisional di Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara meminta pemerintah untuk memikirkan nasib rakyat kecil terutama bantuan yang bisa di rasakan langsung pasca kenaikan solar dan memudahkan para nelayan tradisional untuk dapat membeli kebutuhan BBM bersubsidi.
Ternyata gerak cepat dua Kementerian untuk mengurangi kesulitan nelayan tradisional akibat kenaikan BBM belum dirasakan hingga saat ini, pintanya.
Surya Adinata,SH.Mkn dari Federasi serikat pekerja Kesatuan Pelaut Indonesia (FSP KPI) Sumut meminta kepada Pemerintah terutama Kementerian BUMN Erik Tohir dan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki serta Pihak Pertamina untuk mempercepat pendistribusian BBM solar bersubsidi di Pantai Labu.
Harus jelas langkah pemerintah terutama pengawasan pendistribusian BBM solar subsidi. Karena fakta di lapangan, nelayan kekurangan pasokan kebutuhan solar. Untuk itu harus ditambah kuota BBM bersubsidi di tingkat penyalur BBM di wilayah kabupaten Deli Serdang.
Adapun penyalur yang diajukan Dinas Perikanan kabupaten Deli serdang adalah: 1.PT.Anggita SPBUN dusun III desa Bagan Serdang kecamatan 2.SPBUN Koperasi Panla Mandiri dusun IV desa pantai labu pekan. 3.CV.Indra Jaya (AKR) dusun III desa paluh sibaji. 4.SPBU Cinta rakyat desa Cinta rakyat Kecamatan Percut Sei Tuan, jelas surya menambahkan.
Surya Adinanta,SH.Mkn.
Surya juga mendesak pemerintah pusat untuk dapat kiranya menindak lanjuti usulan penambahan kuota BBM yang diajukan dinas perikanan kabupaten Deli Serdang yang telah disampaikan ke Dirjen Perikanan tangkap terkait penambahan alokasi BBM terhadap 5 SPDN yang sudah ada. Saat ini solusi yang terbaik adalah penambahan kuota BBM terhadap SPBUN yang telah ada. Bukan penambahan titik SPBUN yang baru,sebab itu akan memakan waktu dan proses panjang, ujar Surya Adinanta,SH.Mkn.
“Jangan dipersulit nelayan tradisional, kasihan mereka, jangankan untuk melaut untuk membeli solarnya saja langka, mau makan apa mereka. Harganya malah diperparah dengan janji-janji manis Bapak-bapak Menteri yang belum di rasakan Nelayan Deli Serdang. Bayangkan cukup banyak nelayan yang tidak bisa melaut,” jelas Surya Adinanta,SH.Mkn.
Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merespon dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap nelayan. Dia mempersiapkan program solar untuk koperasi nelayan. Dengan
mencoba di tujuh titik sebagai pilot project dalam tiga bulan ke depan.
Dinas Perikanan Deli Serdang, Zulkifli Lubis yang di konfirmasi terkait langkanya BBM jenis solar menjelaskan, bahwa program BBM solar bersubsidi sedang diajukan. “Setahu saya koperasi yang bakal ditunjuk sebagai penyalur BBM solar bersubsidi pada wilayah kabupaten Deli Serdang antara lain : 1.koperasi berkah laut dsn III desa rantau panjang kecamatan pantai labu 2. Koperasi nelayan harapan kita kecamatan pantai labu 3.koperasi cahaya nelayan sejahtera dusun II Rantau panjang. 4.koperasi perikanan serba guna dsn XVIII Percut. 5.koperasi Bina usaha nelayan dsn I desa lama kecamatan hamparan perak, jelasnya.
Dutempat terpisah, Pengelola SPDN inisial A yang menjual solar untuk nelayan membeberkan bahwa pasokan solar yang di terima sangat berbatas dan langka sehingga sulit baginya menjual kebutuhan BBM Solar bersubsidi untuk para nelayan tradisional di Pantai Labu.
“Kuota BBM yang di terima tidak seimbang dengan kebutuhan BBM para nelayan”.***























































