PEKANBARU, SUARAPERSADA.
com- Dalam upaya mengatasi
atau meminimalisir terjadinya banjir di kota Pekanbaru, dalam tahun 2022 , kita sudah usulkan beberapa perencanaan yang mengacu kepada Master plan Banjir kota Pekanbaru yang sudah ada. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Pekanbaru, Joko Sutiardi, MT di ruang kerjanya, Senin (20/2/2022)
Menurut Joko, kita melihat
dalam Masterplan banjir tersebut, sifatnya masih kajian dan belum masuk dalam kajian teknis. Nah berangkat dari Masterplan ini kita akan usulkan menjadi Detail Engineering Design (DED) yang nantinya akan menghasilkan porodak teknis untuk pelaksanaan fisiknya, ujarnya.
Dikatakan Joko Sutiardi, tahun kemarin kita sudah usulkan DED Penanganan banjir untuk beberapa kecamatan. Tetapi karena keterbatasan anggaran, yang disetujui hanya tiga Kecamatan. Yakni, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Bina Widya dan Kecamatan Tuah Madani, urainya.

Ditanya jenis pekerjaan fisik yang akan dilaksanakan di tiga lokasi tersebut. Menurut Joko, nanti tergantung lhasil produk DED. Misalnya penanganan atau perbaikan drainase, Box Culferd /leoning atau pekerjaan Turap, jadi tergantung hasil DED, terang Joko.
Walau demikian, kita tidak terpaku dengan DED tersebut, tetapi kita tetap melakukan kegiatan rutin. Seperti, pemeliharaan, Operasional Perawatan (OP), pasukan Kuning. Mereka tetap bekerja di beberapa titik yang dipersyaratkan oleh masterplan. Jadi yang sifatnya norrmalisasi. Begitu juga dengan alat berat, akan kita kirim ke titik titik sebagaimana di persyaratan oleh masterplan itu, misalnya pembersihan anak sungai akan tetap kita lakukan, ucapnya.
Ia menambahkan, sesuai perintah Walikota Pekanbaru melalui Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, bahwa dalam penanganan banjir di kota Pekanbaru harus tetap merujuk kepada Masterplan yang sudah ada. Yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran, tutupnya. (jsR).























































