Aniaya Seorang Sopir, Oknum Camat Dumai Dipolisikan

0
864

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Salah seorang oknum Camat di Kota Dumai, berinisial Zu, dilaporkan ke Polres Dumai, terkait dugaan penganiayaan terhadap Untung Prayetno, salah seorang karyawan PT Inti Benua Perkasatama (IBP) Dumai.

Dugaan penganiayaan bermula saat Untung Prayetno dituduh oknum camat tersebut telah menyenggol atau menyerempet motor anaknya saat Untung Prayetno mengemudikan mobil, sehingga membuat anak camat itu terjatuh dan mengalami luka-luka hingga diboyong ke RSUD Dumai.

Kejadian pemukulan berlangsung di ruang tunggu Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, Rabu ( 10/8).

Peristiwa pemukulan korban, disaksikan sejumlah pengunjung di UGD RSUD yang hendak berobat. “Harga diri saya dipermalukan camat itu. Saya dipukuli ditempat keramaian UGD RSUD dan ada CCTV disana”, ujar Untung Prayetno kepada suarapersada.com dan sejumlah awak media lain.

Tidak terima atas tindakan arogan oknum camat itu, usai kejadian pemukulan yang dilakukan oknum Camat sekitar pukul 18.30 Wib, Untung Prayetno selaku korban, langsung membuat laporan polisi ke Polres Dumai, sekitar pukul 22.50 Wib.

Laporan polisi oleh korban Untung Prayetno (34), bernomor TBL/263/VIII/2016/Riau/Res Dumai, tertanggal 10 Agustus 2016. Laporan tersebut diterima dan ditandatangani oleh Kanit I SPKT Polres Dumai, Robinhot Limbong.

“Saya tidak terima perlakuan oknum Camat itu, karena tidak benar apa yang dituduh camat kepada saya. Karena itu, usai kejadian, saya langsung buat laporan ke polres Dumai”, ujar Untung Prayetno.

Untung Prayetno, ditemui awak media sore tadi, Kamis (11/8), disela-sela dirinya (Untung Prayetno-red) melakukan cek medis ulang di Klinik Umum Citra Medika, terkait kesehatan Untung pasca pemukulan oleh oknum Camat, Rabu (10/8).

“Sebenarnya saya sudah visum di rumah sakit Bhayangkara Polres Dumai, tetapi karena badan saya ini masih terasa saakit, saya mau cek ulang dan berobat di sini”, ungkap Untung Prayetno, sembari tangan Untung Prayetno menunjuk bagian tubuh yang dipukul beberapa kali oleh pelaku.

Menurut Untung Prayetno, apa yang dituduhkan oknum camat dimaksud tidak benar karena dirinya merasa tidak ada menyenggol atau menyerempet motor anaknya di jalan.

Memang diakui Prayetno, ketika dia (Prayetno-red) membawa karyawan IBP yang membidangi ekspor menuju salah satu kantor pelayaran di Jalan Janur Kuning, Jaya Mukti Kota Dumai, guna mengurus administrasi eksport, mengaku sempat melihat motor berbonceng tiga wanita kecelakaan tunggal. Namun Untung membantah menyerempet motor tersebut.

Motor metic yang dikemudikan cewek bonceng tiga kata Untung, mencoba mendahului mobil yang dikemudikan Untung. Akan tetapi kata Untung, motor metic dimaksud tidak sempat mendahului karena motor metic bonceng tiga dimaksud menabrak dinding tembok pembatas bahu jalan, hingga motor terjatuh.

Jadi mobil saya tidak ada menyenggol atau menyerempet motor mereka. Ada karyawan didalam mobil sebagai saksi yang melihat kejadian”, tandas Untung menjelaskan kejadian.

Menurut Untung Prayetno, kejadian pemukulan itu berlangsung di UGD RSUD Dumai. Dia ditelepon oknum camat dimaksud agar Untung datang ke RSUD tersebut.

Ditemani salah seorang karyawan dan humas PT IBP, mereka datang ke RSUD memenuhi panggilan si oknum camat tersebut. Namun setelah ketemu dengan oknum Camat itu, tanpa banyak bicara, oknum camat itu langsung meninju wajah Untung.

“Ada teman camat itu ikut memukuli saya, sedangkan camat Dumai Kota yang sudah ada di ruang tunggu UGD RSUD, hanya menyaksikan kejadian”, jelas Untung, sembari menyebut kearoganan oknum camat itu melontarkan kalimat ”Apa tidak kenal saya”.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis, suarapersada.com tidak berhasil mendapat ketengan resmi dari oknum camat Zu atas kejadian yang sudah dilaporkan ke polres Dumai.

Ketika suarapersada.com mencoba menghubungi lewat nomor ponselnya, Zu memilih untuk tidak mengangkatnya. Demikian juga sms konfirmasi singkat yang disampaikan awak media ini, tidak direspon camat tersebut.

Soal laporan Untung Prayetno ke polres Dumai, suarapersada.com belum menindaklanjuti perkembangan proses tindaklanjut laporan itu.**(Tambunan)

Tinggalkan Balasan