MEDAN, SUARAPERSADA.com – Pemerintah didesak untuk segera menyelesaikan konflik yang memanas antara transportasi online dan konvensional di Medan. Terbukti, kendati sudah dilakukan mediasi, namun bentrok antara penarik beca motor (parbetor) dengan Go-jek masih terjadi.
“Saya minta Dishub (Dinas Perhubungan) turun tangan untuk menjelaskan kepada semua baik kepada Go-Jek, Becak, terhadap taksi, karena ini berebut pangsa pasar ini,” kata Anggota DPRD Komisi A, Brilian Moktar, kepada wartawan, Jumat (24/02).
Dishub idealnya, dikatakan Brilian, menata plafon angkutan transportasi yang ada di Medan.
“Nah dijelaskan, semua ada plafon berapa unit, Go-jek plafonnya berapa, Grab plafonnya berapa, pemerintah harus melindungi orang cari makan,” kata dia.
Menurut hematnya, layaknya Dishub memberikan sosialiasi terhadap masuknya angkutan transportasi di Medan.
“Seharusnya didata bukan sebaliknya dibiarkan, kalau beginikan ribut,” ujarnya.
Sementara, terkait dengan aksi pennganiayan terhadap pengemudi supir Grab, Frans Kie warga Jalan Pukat II Medan, pihak Polsek Medan Baru telah menetapkan tiga tersangka.
Terpisah, Kapolsek Medan Baru Kompol Roni Boonic menjelaskan tiga tersangka yang diamankan Dedi Alfonso Sirait (35) warga Jalan Surau Gg Damai Medan Petisah, Hendra Saragih (21) warga Jalan Tangguk Bongkar Kecamatan Medan Denai, keduanya diketahui pengemudi betor.
Dan satu orang pengemudi Taksi, Helmi Rinaldi (31) warga Jalan Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa.
“Ketiganya diamankan dan sudah ditahan setelah terekam kamera CCTV menganiaya supir Grab,” kata Roni.
Informasi diperoleh, meski sudah berdamai dua kali di Polrestabes Medan, Jumat masih saja terjadi aksi bentrok kedua kubu transportasi itu.**Win





















































