DUMAI, SUARAPERSADA.com – Kementerian Perhubungan, terus meningkatkan fungsi pengaturan dan pemantauan jalur lalu lintas kenavigasian pelayaran maupun system monitoring armada kapal, baik saat kapal berlayar, di pelabuhan maupun diperairan tertentu.
Kebutuhan system kenavigasian lalu lintas pelayaran di wilayah laut Indonesia yang terbentang luas sekitar 5,9 km2, semakin mendesak. Pemerintah dituntut untuk meningkatkan peralatan Standar Internasional Maritime Organization (IMO), dalam menghadapi iklim tehnologi dan era informasi pelayaran.
Karena itu, memanfaatkan bantuan pihak asing (luar negeri-red), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menenpatkan peralatan/perangkat canggih system monitoring lalu lintas pelayaran di beberapa tempat wilayah kerja Distrik Navigasi Dumai.
Perangkat system monitoring atau pemantaun lalu lintas yang di bangun/ditempatkan di wilayah kerja Distrik Navigasi (Disnav) Dumai, yakni perangkat monitor dengan nama Vessel Traffic Services (VTS).
Kepala Disnav kelas I Dumai, DR. Ir. Johny Malisan. Dess, kepada media ini membenarkan, bahwa perangkat VTS sudah di bagun pada enam titik wilayah kerjanya Distrik Navigasi Dumai, diantaranya di Kota Dumai, Tanjung Medang, Tanjung Sair, Selinsing, Simpang Ayam dan Tanjung Parit.
Perangkat VTS yang ditempatkan di sejumlah titik wilayah kerja Disnav Dumai, terdiri dari pemasangan perangkat antene VTS, pemasangan instalasi Solarcell (penyerap sinar surya) dan pembangunan sarana/bangunan instalasi peralatan VTS untuk navigator, semuanya sudah tahap finalisasi.
“VTS ini nanti fungsinya sangat besar untuk keselamatan pelayaran yang aman, nyaman dan selamat. Sistem VTS juga berwawasan lingkungan untuk perlindungan lingkungan laut serta efesiensi navigasi,” ungkap Johny.
Perangkat monitoring VTS yang sudah tahap finalisasi di enam tempat wilayah kerja Disnav Dumai, kata Johny, masih tergolong perangkat monitoring baru dan bertehnologi tinggi.
VTS dirancang untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan efesiensi lalu lintas kapal, dengan memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara aktif untuk mengatur lalu lintas kapal dan menanggapi berbagai keadaan emergensi.
Menurut Johny, VTS juga berfungsi membantu memberikan informasi dan pesan untuk kapal-kapal, seperti posisi kapal lain yang melewati lalu lintas atau pesan peringatan mengenai bahaya navigasi dan meteorologi, serta mengatur lalu lintas dialur pelayaran yang padat.
Diakui Johny, bahwa VTS merupakan system monitoring lalu lintas pelayaran diterapkan oleh pelabuhan, atau suatu menejemen armada kapal, dimana system VTS, juga sama diterapkan oleh Air Taffic Control (ATC) di dunia penerbangan.
Perangkat VTS jelas Johny, menggunakan Radar canggih, dengan dilengkapi Automatic Indentification System (AIS), Closed Circuit Television (CCTV) dan juga tersedia frekuensi radio VHF.
System peralatan teknologi setara IMO itu, VTS ungkap Johny, juga memiliki perangkat automatic indentification System (AIS). Dimana lanjut Johny menjelaskan, bahwa fungsi AIS, dapat mengetahui/mengikuti pergerakan kapal, sekaligus memberikan informasi navigasi (cuaca-red) kepada armada kapal di dalam suatu daerah pelayaran tertentu dan terbatas.
Selain itu jelas Johny, bahwa layanan VTS yang diberikan, meliputi manajemen operasional lalu lintas dan perencanaan pergerakan kapal di wilayah cakupan VTS.
Berdasarkan ketentuan International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA), VTS sebut Johny, menyediakan pelayanan informasi seperti identitas, posisi dan informasi lalu lintas di alur, kondisi cuaca dan bahaya, atau factor lainnya yang dapat mempengaruhi perjalanan kapal.
Layanan VTS juga dapat memberikan informasi tentang kondisi alur, aktivitas kepelabuhanan, serta layanan yang berkaitan informasi kenavigasian, dan dapat menyediakan layanan informasi service (INS) dalam bentuk siaran (broadcasting) maupun informasi langsung (at the righ time) ke kapal tertentu atas permintaan kapal untuk mendukung proses pengambilan keputusan nautis di atas kapal.
“Misalnya, tentang situasi lalu lintas yang meliputi poisi, identitas kapal, tujuan maupun informasi meteorology dan hidrografi. Mudah mudahan VTS sudah dapat dioperasikan bulan Maret mendatang, Karena VTS dapat menunjang keselamatan pelayaran yang aman dan nyaman”, ungkap Johny Malisan, mengakhiri penjelasannya kepada suarapersada.com soal fungsi VTS. **(Tambunan)




















































