DURI, SUARAPERSADA.com – Hari ini dilakukan acara pisah sambut Kepala Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupatendan Bengkalis, dari pejabat lama Rudi Zuhelvis kepada Ahmad Syuhada, AM, bertempat di halaman kantor Desa Sebangar, Jl.Lintas Duri- Dumai, Rabu (06/09).
Selain dihadiri oleh keduanya, juga dihadiri sang istri masing-masing, Kasi Trantib Kecamatan Bathin Solapan Sadli, S.Sos, Babinsa Serka Widianto, Kapolpos Simpang Bangko Aiptu Yeinal Nandra, anggota DPRD Bengkalis Safrana Rojali, para Kepala Dusun, RT/RW, segenap perangkat Desa dan masyarakat.
Kata perpisahan dari Rudi Zuhelvis mengatakan, terimakasih kepada semua perangkat Desa yang selama ini telah bekerjasama dalam menyukseskan program Desa, “kalau ada kesalahan dan kesilapan saya selama 18 bulan memimpin disini, saya mohon dimaafkan. Begitu juga dengan semua masyarakat, baik itu pemuda, orangtua serta organisasi yang ada, karena saya sebagai manusia biasa pasti ada kesilapan. Akhirnya, saya ucapkan selamat bertugas kepada pak Ahmad Syuhada, semoga dapat menjalankan tugasnya kedepan dengan baik,” pungkasnya, yang kembali bertugas di UPTD Perhubungan.
Kepala Desa Ahmad Syuhada, AM dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa ia akan mendirikan mini market di Desa, ini bagian dari asset Desa, dan akan bekerjasama dengan anggota DPRD Safrana Rojali yang membidangi perekonomian. “Nanti akan dilakukan pelatihan bagi masyarakat tentang tatacara mengelola suatu usaha.Dengan ini, saya ingin Desa Sebangar lebih dari Desa lain, dan sebagai moto dalam pelayanan kepada masyarakat, yaitu 5 S, senyum, sapa, sopan, santun, dan salam. Kalau ada perangkat Desa yang tidak mengindahkan 5 S ini, lapor kepada saya,” pesannya.
Kepada pak Camat dan jajarannya, kalau ada peraturan dan UU yang saya langgar, mohon petunjuk dan atur. Jika saya tidak mematuhi Tuhan, jangan patuhi aturan saya. Semua lembaga yang ada di Desa diaktifkan dalam memutuskan permasalahan yang timbul di Desa,” terangnya.
Sekanjutnya Kasi Trantib Sadli, S.Sos mewakili Camat Bathin Solapan mengatakan, bahwa Camat ada rapat pelatihan program pemberdayaan Desa di Pekanbaru, “Desa Sebangar ini merupakan Desa induk dan desa bersejarah, kedepannya kita tidak mengharapkan bagi hasil migas, Bumdes harus diaktifkan untuk menggali sumber pendapatan Desa, dan masyarakat pun diharapkan mau membayar pajak.Jadi, kepada Kades agar mematuhi aturan dan perundang-undangan, Permendagri dan Perbup, karena disitu sudah diatur semuanya, termasuk masalah gaji sudah ditata semuanya.Kades sekarang herus kreatif, kalau tidak akan tertinggal dari Desa lain,” pintanya.
Dipenghujung acara, Rudi Zuhelvis disalami oleh semua hadirin, tampak para Ibu-ibu meneteskan air mata, karena rasa haru.**(Julieser)

















































