Warga Toba Samosir Sebut Sukamto Tanoto ‘Penjahat Lingkungan’

0
826

TOBASA, SUARAPERSADA.com – Demo Ratusan warga Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir, (26/01/15) diwarnai hujatan yang ditujukan kepada beberapa perusahaan yang beroperasi di sekitar Danau Toba seperti PT Toba Pulp Lestari (TPL) massa meminta agar.

Massa juga meminta pemerintah dan DPRD Sumut mencabut ijin dan menutup, PT Alegrindo Nusantara, PT MIL, Simalem Resort, PT Gorga Duma Sari, dan PT Aquafarm Nusantara yang dianggap sebagai perusak ekosistem dan keindahan danau.

Bukan hanya itu, bahkan nama Sukamto Tanoto pemilik PT Toba Pulp Lestari (TPL) sebagai penjahat lingkungan. Massa juga meminta agar Sukamto Tanoto melihat akibat opersi PT. TPL yang telah meluluhlantakkan lingkungan di Danau Toba.

“Sukanto Tanoto atau Tan Kang Hoo harus melihat penderitaan bangsa Batak,” teriak massa berulang-ulang.

Dalam orasinya, Sebastian Hutabarat mengatakan operasional perusahaan PT TPL telah mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup di kawasan Danau Toba.

Sementara itu menurut Pimpinan aksi, Boy Marpaung kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut tidak memberikan manfaat kepada masyarakat tetapi sebaliknya kondisi lingkungan Danau Toba saat ini menjadi rusak akibat penebangan hutan yang dilakukan oleh perusahaan itu.

“Kondisi udara di kawasan Danau Toba juga sudah tercemar dengan menimbulkan bau busuk akibat beroperasinya PT.Toba Pulp Lestari di Kabupaten Toba Samsosir. Selain itu kondisi infrastruktur jalan di kawasan Danau Toba pun mengalami rusak yang berkepanjangan,” katanya.

Salah seorang warga negara Jerman yakni Thomas Heinle yang menikahi warga Samosir, Ratnauli Gultom dan tinggal menetap di Desa Silima Lombu, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir turut serta dalam unjukrasa itu.

Thomas Heinle yang terlihat mengusung sebuh spanduk bertuliskan, “Tell TPL Go to Hell”, mengatakan Danau Toba sangat indah dan hampir dapat disebut seperti surga yang ada di dunia. “Kenapa TPL merusak keindahan Danau Toba,”katanya.(win)

Tinggalkan Balasan