Mabes Polri Dukung Penuh Polda Sumut Tangani Kasus Bentrok OKP

0
262

MEDAN, SUARAPERSADA.comMabes Polri turut memberikan perhatian serius atas insiden bentrok antar 2 kubu organinasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang terjadi di Medan beberapa waktu lalu. Untuk itu, Mabes Polri mendukung penuh Polda Sumut dalam penanganan kasus ini.

Demikian dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan dalam siaran persnya di ruang Management Media Center (M2C) Polda Sumut, Kamis (04/02) siang.

“Kami sudah berkomitmen tidak akan membiarkan pidana tanpa adanya proses hukum. Yang berbuat akan ditindak tegas, tidak berat sebelah. Kejadian ini mendadak,” ujarnya kepada wartawan.

Jenderal bintang dua itu meminta kepada masyarakat jangan takut untuk men-share video atau gambar, agar mempermudah kepolisian memburu pelaku lain.

“Penangkapan berhubungan dengan hak azasi manusia. Harus ada bukti permulaan untuk penangkapan, jadi tidak bisa sembarangan,” sebutnya.

Anton memastikan, tidak ada intervensi dari kubu mana pun terhadap Poldasu dalam penyelidikan dan penyidikan kasus ini. Poldasu saat ini masih fokus untuk mencari aktor intelektual.

“Ketika bentrok terjadi, banyak yang tepuk tangan. Mohon masyarakat sadar, ini hanya untuk memecah. Jika ini dibiarkan, akan jadi ledakan. Semua harus waspada, ada hukum yang mengatur,” katanya.

Menurutnya, dalam situasi ini tidak perlu saling menyalahkan. Kejadian ini tidak direncanakan dan intelejen kepolisian tidak bisa dibilang lemah.

“Polisi selalu antisipasi. Jangan biarkan di mana pun premanisme tumbuh. Ini momennya untuk memberantas itu. Sekarang zamannya kerja keras. Di sini ini (Medan…red), yang tidak kerja bisa dapat duit, ada uang dengar, ada uang lihat,” guraunya.

Mantan Karodibinklat Lemdiklat Mabes Polri itu menegaskan, tembak di tempat dilakukan tergantung situasi. Jika membahayakan petugas, tindakan tegas dan terukur akan diambil.

Diketahui, terkait kasus bentrok 2 OKP tersebut, hingga kemarin Poldasu menetapkan 24 orang tersangka (pembunuhan, pengerusakan dan senjata tajam masing-masin 8 orang), terdiri dari 7 kasus. Angka itu diprediksi bertambah, karena saat ini polisi masih memburu 3 atau 4 orang lagi dari 2 kubu yang bertikai, yang ikut serta dalam bentrokan itu.**Win

Tinggalkan Balasan