Upaya Pemprov Riau Menjaga dan Mengembangkan Kearifan Budaya Lokal

0
2696

MENYAMBUT Masyarakat Ekonomi  Asean (MEA) yang disertai pesatnya kemajuan teknologi saat ini, pengembangan pariwisata berbasis budaya merupakan daya tarik tersendiri bagi Provinsi Riau.

“Untuk menjaga kearifan budaya lokal yang ada di Riau seluruh stakeholder harus dapat mendukung”. Hal ini dikatakan Plt Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman pada saat dialog dengan stasiun televisi lokal Riau dikantor Gubernur Riau, kamis 27/8/2015.

Dialog dengan tema Riau menuju The homeland of Melayu membahas peran serta masyarakat  setempat, Guru, Aparatur pemerintah, Lembaga Adat serta tokoh masyarakat,  dalam mewujudkan Riau The Homeland of Melayu.

Kepada pihak perusahaan swasta yang ada di Provinsi Riau, Plt Gubri menghimbau agar melalui program CSR pihak swasta dapat membantu mewujudkan hal ini, Visi Riau 2020 merupakan Visi bersama untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia tenggara.

“Kita bersyukur dengan adanya visi Riau 2020 kita punya arah dalam melaksanakan program-program Provinsi Riau. Pemerintah dan DPRD tidak bisa mewujudkan ini tanpa dukungan seluruh masyarakat Riau. Dan perusahaan swasta yang ada di Riau juga harus turut mendukung”, ungkap Plt Gubri.

Riau, Tanah Tumpah Darah Melayu (The Homeland of Melayu), begitulah azam yang di nukilkan pada perhelatan hari jadi ke-58 Provinsi Riau Tahun 2015, tanggal 9 Agustus lalu. Dengan azam itu, seluruh derap langkah perencanaan dan implementasi pembangunan akan di warnai dengan nilai-nilai luhur tamaddun Melayu.

Bertepatan dengan acara tersebut, diluncurkan pula logo The Homeland of Melayu, yang berbentuk Perahu Lancang Kuning. Logo Riau the Homeland of melayu atau Riau Tumpah Darah Melayu berbentuk perahu lancang kuning yang melambangkan kejayaan atau kekuasaan Melayu seperti dicita-citakan dalam Visi Riau 2020. Dalam Visi tersebut disebutkan cita-cita besar Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin di kawasan Asia Tenggara.

Logo Riau The Homeland of Melayu
Logo Riau The Homeland of Melayu

Bertepatan dengan hari jadi Provinsi Riau ke 58 tahun. Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memperkenalkan semboyan baru untuk bumi lancang kuning. ‘Riau, The Homeland of Melayu’.

“Tanah Tumpah Darah Melayu, takkan melayu hilang dibumi,” katanya, saat sidang paripurna di Gedung DPRD Riau, Minggu (9/8/2015).

Plt Gubri, mengajak masyarakat Riau berazam menjadikan Tamadun Melayu menjadi jati diri Riau. Seluruh perencanaan dan implementasi pembangunan akan diwarnai dengan nilai luhur tamadun yang bermartabat.

“Momentum yang bersejarah ini, dengan suka cita kami menasbihkan dan perkenalkan semboyan yang akan menjadi ruh kita dalam membangun negeri melayu,” ujarnya.

Tahun 2015 ini kata Andi, pemerintah Riau tengah mempersiapkan pembentukan Dinas Kebudayaan menyusul tema hari jadi Riau Membangun Pariwisata Berbasis Kebudayaan.

“Kemudian telah diterbitkan pula peraturan gubernur tentang muatan lokal,” katanya.

Pagi tadi, Plt Gubernur Riau secara resmi melaunching semboyan Homeland Melayu di halaman kantor Gubernur Riau. Acara peresmian ditandai dengan pertunjukkan seni budaya tarian makan bajambau dari Kampar.

Selanjutnya dilakukan Penaburan Beras Kuning yang dibawa oleh bujang dan dara Riau serta bujang dara intelegensi di lambang dan logo the homeland melayu oleh Plt Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rachman, didampingi tokoh Lembaga Adat Melayu Riau AL Azhar.**Adv

Tinggalkan Balasan