PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merilis indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Riau pada tahun 2014. IDI merupakan alat ukur perkembangan demokrasi di Indonesia yang disusun berdasarkan kejadian, potret realita yang terjadi.
Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad saat menyampaikan paparan tentang IDI 2014, Kamis (13/8), menyebutkan indek demokrasi itu mengalami kenaikan, dan pada point 68,40, tahun 2013 yang hanya 68,37.
“Kinerja demokrasi di Provinsi Riau masih berada pada kategori sedang,” paparnya.
Ditambahkan Mawardi, tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni baik dengan indeks diatas 80. Sedang dengan indeks berada antara 80-60 dan buruk indeks berada dibawah 60.
Dia menilai, kenaikan IDI di tahun 2013-2014 dipengaruhi oleh perubahan aspek demokrasi di wilayah Indonesia, di mana hak-hak politik 7,55 poin. Sementara tahun 2013 lalu hanya 52,19 menjadi 59,74.
Sedangkan untuk aspek demokrasi kebebasan sipil turun 3036 poin yakni dari 77,71 ditahun 2013 menjadi 74,35 tahun 2014. Aspek lembaga demokrasi turun 7,63 poin yakni dari 82,32 tahun 2013 menjadi 74,69 tahun 2014.
Secara gambaran umum lima tahun terakhir perubahan IDI di Riau mengalami fluktuasi. BPS mencatat 2009 nilainya 75,85, tahun 2010 turun 71,45, tahun 2011 nilainya 70,65, tahun 2012 nilainya 67,00 tahun 2013 nilainya 68,37 dan 2014 jadi 68,40.
“Nilai IDI Riau tahun 2009 merupakan capaian tertinggi perkembangan demokrasi di Riau,” tutup Mawardi.***
















































