Kepsek SMPN 5 Stabat Bantah Tudingan Poligami Dan  Hidup Mewah

0
230

LANGKAT, SUARAPERSADA com- Viral pemberitaan di media online yang di alamatkan kepada HBB,  Kepsek SMPN 5 Stabat, kabupaten Langkat yang menuding memiliki dua orang selir yang dinikahi secara Syar’i (Siri) baru-baru ini di bantah keras oleh HBB.

Kapada wartawan, Jumat (08/3/2024) sekira pukul 10.00 wib di cafe Orang Tua, Perdamaian Stabat. HB dengan tegas membantah bahwa dirinya mempunyai  dua orang istri Siri atau selir. “Semua tudingan terhadap saya, itu tidak benar. Dan saya juga sudah dipanggil pak Kadis tentang pemberitaan ini, saya sudah jelaskan,” ungkapnya.

Lebih jauh HBB menjelaskan mengenai usaha Cafee Resto di Labuhan Deli milik  YY, HB juga membantah bawa dirinya yang memberikan dana untuk usaha tersebut. “Itu tidak benar, YY membuka usaha itu karena mengajukan pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).  YY itu sudah tiga kali mengajukan pinjaman. Usahanya berkembang dan YY juga menjalankan usaha simpan pinjam/koperasi,” ujar HBB.

Tentang Ruko (Rumah Toko) yang sekarang lagi di bangun empat pintu di Kota Datar, tidak benar akan saya serahkan kepada terduga istri sirih/ selir saya inisial ND. Ruko itu milik keluarga yang akan digunakan untuk usaha grosir nanti ketika saya dan istri pensiun,ujarnya.

“Dalam hal maraknya pemberitaan yang menuding saya poligami dan mempunyai istri sirih dua orang, anak saya laki-laki yang bernama Putra sudah melakukan penyelidikan dan menemui yang diduga istri sirih saya.  Dalam pertemuan anak saya dengan kedua wanita itu, ada rekamannya yang menyatakan bahwa kami tidak pernah melakukan pernikahan. Mereka juga membantah apa yang dituduhkan kepada saya, ucap HBB.

Kedua wanita itu membantah telah menikah dengan saya. ND ketemu langsung dengan anak saya, sedangkan yang 1 lagi YY, dihubungi melalui telpon karena sedang berada di Batam,” sambungnya.

Tentang dugaan penyalahgunakan Dana BOS, HB mengaku bawa dirinya sudah bekerja sebaik mungkin dalam penggunaan anggaran dana BOS. Jika ada kesahalahan, saya pasti sudah diperiksa BPK atau Inspektorat. “Setiap tahun saya diperiksa tentang penggunakan dana BOS dan hasilnya sesuai dengan apa yang sudah saya belanjakan untuk sekolah,” tagasnya. (BS).

Tinggalkan Balasan