PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-
Kondisi jalan lintas Timur penghubung provinsi Riau-Jambi, tepatnya ruas Jalan di wilayah Air Molek-Peranap Kebupaten Indragiri Hulu rusak parah. Padahal Pemerintah provinsi Riau terus menggelontorkan anggaran untuk perawatan jalan dan jembatan miliaran rupiah setiap tahunnya melalui OPD Dinas PUPR Riau. Hal tersebut disampaikan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Peduli Keadilan Nasional ( DPP- SPKN), Romi Frans kepada media ini, Senin (17/10/2022).
Dikatakan Romi Frans, tim SPKN melakukan investigasi menelusuri ruas jalan lintas Timur tersebut, didapati sepanjang ruas jalan dari Air Molek hingga Peranap khususnya wilayah Cirenti, sangat miris melihat kondisi jalan yang rusak parah dengan lobang menganga menunggu korbannya, kata Romi.
Diketahui kata Romi Frans, OPD yang bertanggung jawab dalam perawatan jalan lintas timur adalah Unit Pelayanan Teknis (UPT) IV Dinas PUPR Riau. Dan untuk Tahun Anggaran 2022 Pemprov Riau menggelontorkan anggaran diperkirakan kisaran Rp40 miliar lebih untuk UPT IV. ” Dikemanakan uang tersebut,” kata Romi Frans,
Padahal dengan anggaran sebesar itu, jika dipergunakan sesuai Juknis nya, dipastikan tidak akan terjadi kerusakan jalan yang bergitu parah. Bahkan menurut pengakuan warga setempat, kondisi itu sudah terjadi lama namun tidak pernah ada perbaikan, terangnya.
Parahnya kata Romi, Kepala dinas PUPR Riau, Arif Setiawan yang berulang kali kami hubungi guna klarifikasi kinerja anak buahnya, namun sangat disayangkan tidak pernah berhasil, Arif terkesan menghindar. Seharusnya sebagai pejabat publik harus terbuka dan tanggap dengan kririkan masyarakat, sebagaimana diatur dalam undang-undang keterbukaan publik. ucapnya
” Sikap dari Arif Setiawan ini, bukan saja setelah dianya Kepala Dinas PURR Riau. Tetapi sejak menjabat sebagai Kabid Bina Marga juga sudah demikian, seolah elergi terhadap SPKN,”kata Romi Frans.
Begitu juga dengan Kepala UPT IV Dinas PUPR Riau, Sanusi, tidak jauh berbeda dengan pimpinannya. Berulang kali kami hubungi untuk konfirmasi baik melalui telepon silulernya dan pesan WhatsApp nya selalu tidak menjawab, bebernya.
Kami menilai, bahwa Kepala UPT IV Dinas PUPR Riau tidak mampu bekerja sesuai tupoksinya, sehingga perlu di evaluasi. Begitu juga dengan Kepala Dinas PUPR Riau, apakah tidak mampu mengatur bawahannya. Atau mungkin ada “persekongkolan’, ucapnya.
SPKN akan terus memantau kegiatan ini hingga akhir tahun mulai dari Taluk kuantan, Peranap Air Molek ,Rengat dan Tenbilahan. Karena kami lihat wilayah kerja UPT 4 dan 5 searah,ujarnya.
SPKN juga menilai dan menduga pihak UPT seolah olah sengaja tidak mengerjakan jalan tersebut atau menunggu dikerjakan Bidang Bina Marga untuk peningkatan jalan yang memang kondisinya sangat parah.
Untuk itu kata Romi, DPP-SPKN mendesak Gubernur Riau dan Sekda Riau, agar mencopot Kepala UPT IV Dinas PUPR Riau. ” Kami akan telusuri secara mendalam anggaran perawatan jalan dan Jembatan di UPT IV , Karena setiap tahunnya selalu di anggarkan, jika nantinya ada indikasi merugikan uang negara, maka akan kita bawa ke ranah hukum, pungkasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Riau, Sugeng Pranoto yang berasal dari Dapil 8 menyebutkan, pihaknya sudah mengetahui kondisi jalan tersebut dan telah di bahas saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas PUPR Riau pada awal Oktober lalu, sebut Sugeng.
Menurut sugeng, anggaran APBD murni sudah habis digunakan, kita menunggu APBD-P 2022 untuk perbaikan seluruh jalan rusak tersebut. APBD-P sudah disahkan tinggal menunggu persetujuan dari Kemendagri, ucapnya.
Kita akan pantau dan awasi terus perkembangannya, jika nanti APBD-P sudah digunakan dan kondisi jalan khususnya wilayah Air Molek- Peranap tetap seperti sekarang ini “Akan Kita Jewer,” ucap Sugeng Pranoto.
“Jadi kita tunggu realisasi di APBD-P, kalau jalan masih rusak, akan kita jewer,” ulangnya menyudahi.
Disisi lain anggota DPRD Riau, Mardianto Manan yang juga sebagai pengamat perkotaan yang diminta komentarnya mengatakan, “Saya sudah dihubungi camat setempat, Cuma kemungkinan belum maksimal karena tingginya volume lalin disana diperparah musim penghujan dan Odol tak bisa dikendalikan, maka hancurlah jalan ini,” tulisnya melalui pesan WhatsApp nya.
Namun saat vidio kondisi jalan hasil investigasi tim SPKN di kirimkan, Mardianto Manan tidak lagi berkomentar.
Kepala dinas PUPR Riau, Arif Setiawan yang di konfirmasi melalui pesawat silulernya, terkait kerusakan jalan tersebut, tidak memberikan jawaban hingga berita ini di lansir. (jsR).
























































