KAMPAR, SUARAPERSADA.com– Beredar issu, aliran dana Koperasi Batobo kabupaten Kampar yang beranggotakan sekitar 8.000 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar tidak jelas. Hal tersebut di beberkan salah seorang tokoh masyarakat Kampar yang enggan disebut jati dirinya, Kamis (14/2022).
Dikatakan sumber, sekitar Rp 2 Milyar dana Koperasi Batobo tidak jelas ujung pangkalnya. Kemana saja pergi dana yang cukup fantastis ini, apa saja usaha yang sudah di kelola oleh Koperasi Batobo, ucapnya.
Koperasi yang diketuai, Cokro Aminoto yang juga sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kampar tersebut tak pernah ada laporan tahunan. Padahal sebelumnya sudah pernah membuka usaha minimarket, yakni di tahun 2018 – 2019 yang berlokasi di jalan Teuku Umar Bangkinang. Tetapi hingga sekarang tak nampak hasil dan tak pernah di publikasikan, ucap sumber.
Ketua koperasi Batobo, Cokro Aminoto saat disambangi media ini di kantornya pekan lalu menjelaskan, bahwa nama koperasi sewaktu itu adalah Yayasan Batobo bukan koperasi, dan yayasan ini di bawah naungan Korpri kabupaten Kampar. Dan ketuanya adalah Sekda Kampar. “Ini semua adalah kewenangan dan kebijakan sekda”,aku Cokro
Di tanya terkait dana koperasi sebesar Rp 1,6 milyar . Menurut Cokro, “Itu sangat benar. Tetapi duit itu untuk memberikan kesejahteraan anggota yayasan Batobo. Antara lain, pinjaman uang buat keperluan nikah anak, dan untuk keperluan isi rumah isi kamar nikah, intinya untuk keperluan keluarga, dan duit ini tetap kita putar terus”,sambung Cokro
Tetapi Cokro mengaku tidak mengetahui percis jumlah uang Yayasan Batobo hingga tahun 2022. “Kita tidak tahu karena duit berputar. Begitu juga dengan usaha Mini market yang sudah tutup karena kalah bersaing,” ucapnya
“Kini usaha beralih kepinjaman untuk masing masing anggota yang maksimal sebesar 20 juta perorang”,jelas Cokro.
Saat ditanya legalitas koperasi Batobo, termasuk payung hukum koperasi dengan bidang usaha pengutipan atau pengumpulan uang. Cokro mengaku tak bisa menjelaskan, “ini tak bisa kami jawab, karna yang menunjuk saya sebagai ketua adalah pak Sekda selaku ketua Korpri Kampar, kami disini hanya menjalankan amanah yang sudah di percayai oleh sekda,” ujarnya.
“Kalau masalah jumlah dan perputaran uang Yayasan, yang lebih tahu adalah Bendahara Yayasan Batobo yang saat itu Bendahara adalah Kepala Bidang BPKAD Kampar”,tutupnya.**(Dani)
























































