DUMAI, SUARAPERSADA.com – Dua orang Pekerja PT Multi Karya Sarana Perkasa di Lubug Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, tewas mengenaskan. Musibah itu disebut terjadi pada hari Sabtu (9/5) sekitar pukul 14.45 wib kemarin. Keduanya diduga jatuh secara bersamaan dari ketinggian sekitar 27 meter saat bekerja membuat tanki kontruksi timbun CPO milik PT SDS.
Kedua korban tewas adalah Dedy Heriawan (32) dan Jumino (33). Keduanya merupakan Warga Pangkalan Berandan Sumatera utara (Sumut). Mereka diketahui pekerja di PT Multi Karya Sarana Perkasa (MKSP) sebagai Sub Kontraktornya PT Sari Dumai Sejati (SDS) Dumai.
Hingga berita ini dirilis, suarapersada.com belum berhasil meminta keterangan resmi dari menejemen PT MKSP soal kronologis kejadian tersebut. Demikian halnya dengan pihak PT SDS, media ini juga belum berhasil meminta keterangan.
Humas PT SDS, Kamero saat dihubungi suarapersada.com lewat pesan singkat phonselnya, Kamero meyebut dia lagi meeting. “Lagi meeting pak, nanti saya hubungi,” ujar Kamero menjawab sms suarapersada.com.
Sementara itu, ditanya terpisah soal kejadian kecelakaan kerja yang meninpa dua orang pekerja Sub Kontraktor PT SDS dimaksud, Kapolres Dumai, AKBP Tonny Hermawan melalui Kapolsek Sungai Sembilan, AKP Supriyanto kepada suarapersada.com membenarkan adanya kejadian tersebut.
Dijelaskan Supriyanto, setelah pihaknya menerima laporan soal adanya kejadian Laka kerja di kawasan PT SDS Lubug Gaung kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, pihaknya langsung mendatangi TKP dan mengambil dokumentasi.
“Saat ini penyidik masih melakukan proses penyelidikan dalam pemeriksaan saksi-saksi,” kata Supriyanto.
Dihubungi soal kejadian yang merenggut dua nyawa pekerja sekaligus, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Pemko Dumai, Amiruddin, kepada suarapersada.com secara terpisah menyebut, bahwa pihaknya sudah memerintahkan agar pekerjaan dihentikan sementara, menjelang hak-hak korban diselesaikan. “Hal ini sudah kita perintahkan kepada perusahaan menjelang hak-hak korban diselesaikan”, ungkap Amiruddin.
Sementara itu menurut Amiruddin lagi, soal penyebab dan kronologis terjadinya laka kerja hingga menelan nyawa dua pekerja tersebut, pihak Disnakertrans bagian pengawasan kata Amiruddin, masih terus melakukan proses penyelidikan dilapangan/TKP.**Tambunan























































