“Tetesan Darah Jadi Saksi” Kadisdik Kampar Meradang, Bantah Restui Penjualan LKS Di Sekolah

0
553
Kadisdik Kabupaten Kampar, Muhammad Yasir

BANGKINANG, SUARAPERSADA.com—  Tidak terima dituding merestui jual beli buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) oleh pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kampar, Muhammad Yasir meradang. “Siapapun oknum kepala sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang melakukan pungli dengan jual beli buku LKS tembak mati saja. Laporkan kepihak berwajib atau kepada KPK sekalian. Saya sudah capek, masalah itu -itu saja. Cukup banyak makhluk  yang mencari saya di kantor. Masak dalam satu hari ada 20 orang mencari saya terkait  LKS, ucapnya.

“Banyak yang mengaku LSM, saya tidak tahu asli atau tidak, entah terdaftar di Kemenkumham atau tidak, saya sudah hafal,”ujar Muhammad Yasir kepada media ini di kantornya, Selasa (10/8/2021).

Dikatakan Muhammad Yasir, saya sudah  sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak pernah tetesan dara ini memakan hasil yang haram. Sebatang rokok pun  tidak pernah memakai uang negara selain hasil keringat, akunya.

Dengan nada suara meninggi, Kadisdik Kampar ini berbicara lantang dihadapan Ketua LSM Penjara Kampar, “Jika ada data yang akurat terkait jual beli LKS yang di lakukan oknum Kepala sekolah, Tarik dia kesini bawak ke hadapan saya,” tegas nya.

Saat dimintai komentarnya terkait dugaan jual beli buku LKS oleh Muliadi selalu Kepala Sekolah SMPN 1 Air Tiris Kecamatan Kampar. Lagi-lagi Kadisdik Kampar ini mengatakan, “Bawa Muliadi ke hadapan saya tarik dia ke ruangan Kabid Dikdas, Nandang, ” tantangnya.

Lagi kata Muhammad Yasir, ada juga oknum Wartawan menuding  saya  sebagai Kepala dinas terlibat dalam penjualan buku LKS, “Ingat kutipan dia ini akan saya pelajari, jika memenuhi unsur, saya akan sikat anak itu  ke penegak hukum, karena bukti dan rekaman nya sudah saya pegang,” tegasnya mengancam.

“Saya juga punya LSM dan punya anggota untuk mantau kinerja, ” akunya.

Saat ditanya, sebagai apa dalam struktur kepengurusan pada LSM dimaksud. Muhammad Yasir mengaku, namanya tidak ditulis dalam struktur kepengurusan. “Nama saya tidak di tulis tetapi memakai nama orang lain,akunya.” Muhammad Yasir lupa bahwa dirinya ASN dan merupakan pejabat publik, malah mengaku sebagai LSM.

Anehnya, Muhammad Yasir mengaku pernah didatangi orang bernama Jamal,  mengenalkan dan menawarkan buku LKS untuk dipasarkan ke sekolah-sekolah. “Tetapi saya tolak mentah – mentah”,pungkasnya.

Ditempat terpisah, wakil Sekretaris LSM Penjara Kampar, Safri E mengaku, bahwa dirinya pernah disambangi Kasek SMPN 1 Air Tiris, Muliadi di Pekanbaru percisnya di Jalan Subrantas Pekanbaru. Dia (Muliadi-red) diduga membawa sejumlah uang dan meminta dirinya agar tidak memberitakan terkait penjual LKS di SMPN 1 Air Tiris. **(Hamdani).

Tinggalkan Balasan