- PEKANBARU, SUARAPERSADA. com– Proses pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hingga pengumuman hasil seleksi Calon peserta didik baru di SD Negeri 91 Pekanbaru, Alhamdulillah berjalan dengan baik. Demikian disampaikan panitia PPDB SDN 91 Pekanbaru, Mena Puspita, S Pd, didampingi Kasek SDN 91, Amir Salim Hasibuan, Senin (12/7/2021).
Dikatakan Mena Puspita, dalam pelaksanaan PPDB pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Para orang tua yang mendaftarkan anaknya, wajib memakai masker dan jaga jarak. Dan anak -anak tidak dibenarkan memasuki ruangan pendaftaran. Bagi orang tua yang terlanjur membawa anak, mereka kita suruh menunggu di luar, ujarnya.
Pada hari ini, Senin (12/7/2021) merupakan hari pengumuman peserta didik baru Tahun Ajaran 2021/2022 di SDN 91 Pekanbaru.
Adapun daya tampung SDN 91 untuk kelas I tahun ini sebanyak 60 orang untuk tiga Rombel. Dari jumlah tersebut, 58 diantaranya merupakan peserta didik baru dan dua orang lagi siswa yang tinggal kelas. Artinya, kebutuhan jumlah siswa terpenuhi, kata Mena Puspita.
Ia menambahkan, bagi mereka yang diterima menjadi peserta didik baru, sekolah memberikan satu buah buku tulis dan Pensil. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pihak sekolah dalam memberikan dorongan dan semangat bagi anak-anak, juga sebagai daya tarik dari sekolah bagi anak-anak untuk bersekolah di SDN 91 Pekanbaru, sebutnya.

Ditanya kendala yang dihadapi saat PPDB. Menurut Mena Puspita, secara umum berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang menonjol. Hanya saja, ada terdapat, calon siswa tidak atau belum memiliki Kartu Keluarga (KK). Tetapi memiliki akte lahir dan membawa Surat keterangan Domisili dari Kelurahan. Sesuai dengan ketentuan, mereka kita terima. Namun kita mewajibkan orangtua untuk mengurus KK secepatnya, terang Mena Puspita seraya di aminkan Kasek SDN 91 Pekanbaru, Amir Salim.
Dalam kesempatan tersebut, Kasek SDN 91 Pekanbaru Amir Salim Hasibuan mengatakan, pihaknya sangat bersyukur, proses PPDB berjalan dengan baik, dan jumlah siswa yang mendaftar sesuai dengan kuota atau kebutuhan, ucapnya.
Ditanya tentang proses belajar mengajar yang akan diterapkan. Menurut Amir, sesuai dengan informasi terakhir, proses belajar dilaksanakan dengan Tatap muka sebesar 25 persen dari jumlah siswa dengan jadwal 2 kali seminggu. Dan setiap harinya jam belajar dilakukan dua sesi dan setiap mata pelajaran (mapel) dengan waktu 30 menit. terang Amir Salim Hasibuan (jsR).
























































