Di Usia Pekanbaru Ke-237 Dr. Firdaus, ST., MT- Ayat Cahyadi Sukses Bawa Pekanbaru Sebagai Kota Bandar Raya

0
376
Walikota Pekanbaru Dr. Firdaus, ST. MT Didampingi Wakil Walikota Ayat Cahyadi Saat Memberikan Arahan

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com- Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekanbaru ke-237 yang jatuh pada hari Rabu 23 Juni 2021, ditandai dengan digelarnya sidang paripurna istimewa DPRD Kota Pekanbaru di ruang paripurna DPRD Pekanbaru. Sementara, Walikota Pekanbaru, Dr. Firdaus, ST.,MT dan Wawako Ayat Cahyadi, Forkopimda Pekanbaru serta beberapa kepada OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru mengikuti  secara virtual di gedung komplek perkantoran Walikota Pekanbaru  di Tenayan Raya Pekanbaru. Sedangkan lurah dan Camat se-Kota Pekanbaru mengikuti acara melalui zoom meeting di kantor masing-masing.

Walikota Pekanbaru Firdaus MT dalam sambutannya secara virtual menyebutkan, momen hari jadi Kota Pekanbaru tahun ini, memang digelar secara sederhana. Namun tidak menghilangkan rasa khidmat. Atas rahmat Tuhan yang maha Esa yang telah memberikan rasa aman.

Walikota Pekanbaru Memotong Nasi Tumpeng HUT Pekanbaru ke+237

Walikota Pekanbaru menyatakan, Pekanbaru kini berubah menjadi “Bandar Raya” yang berkembang pesat dalam pembangunan di segala bidang. Sehingga Kota Pekanbaru menggeliat dengan pembangunan di segala bidang dan berdiri sejajar dengan kota-kota lainnya di Sumatera. Termasuk pembangunan budaya Melayu sebagai akar budaya yang hidup dan berkembang jauh sebelum berdirinya Pekanbaru sebagai sebuah kota metropolitan seperti yang kita rasakan saat ini, terang Firdaus.

Walikota Pekanbaru berpesan, agar masyarakat Pekanbaru dan para peserta yang merayakan hari jadi kota Pekanbaru, untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, saat ini Kota Pekanbaru masih dalam kondisi pandemi Covid-19, terang Firdaus.

Rangkaian kegiatan dawali dengan pemutaran video terkait perjalanan dan pembangunan 10 tahun masa kepemimpinan pasangan Dr. Firdaus-Ayat Cahyadi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru.

Dalam vidio tersebut dipaparkan visi dan misi  Walikota dan Wakil walikota  Pekanbaru,  Firdaus-Ayat Cahyadi. Yakni, “Terwujudnya Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani” yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2012. Tahun- tahun pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan sensing atau membuat potret kota Pekanbaru secara menyeluruh dalam semua aspek.

Diawal Kepemimpinan Firdaus-Ayat Cahyadi menetapkan lima aspek sasaran pembangunan untuk mencapai visi dan misi nya. yakni, Sosial Masyarakat, Ekonomi, Lingkungan, Agama dan Budaya serta Pemerintahan. Dengan program stretegis yang di sebut Panca Cita.

Lima tahun pertama Firdaus – Ayat Cahyadi memimpin Kota Pekanbaru, banyak keberhasilan yang telah dicapai dan dirasakan oleh masyarakat Kota Pekanbaru. Mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota metropolitan dengan masyarakat yang sejahtera terukur dengan Index Pembangunan Manusia atau IPM yang tertinggi di Provinsi Riau, serta menjadikan Kota Pekanbaru sebagai kota tujuan investasi terbaik di Indonesia.

Atas keberhasilan tersebut, pada Pilkada tahun 2017, Firdaus dan Ayat Cahyadi  kembali dipercaya warga masyarakat kota Pekanbaru untuk memimpin kembali kota Pekanbaru dan dilantik pada tanggal 22 Mei 2017 untuk periode ke-2 sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru.

Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Pada periode kedua ini, Firdaus dan Ayat Cahyadi fokus pada  lima misi pembangunan jangka menengah Kota Pekanbaru tahun 2017 – 2022, yaitu :
1.    Meningkatkan sumber daya manusia yang bertaqwa, mandiri, tangguh dan berdaya saing tinggi.
2.    Mewujudkan pembangunan masyarakat Madani dalam lingkup masyarakat berbudaya Melayu.
3.    Mewujudkan tata kelola kota cerdas dan penyediaan infrastruktur yang baik.
4.    Mewujudkan pembangunan ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi padat modal dengan sektor unggulan yaitu jasa, perdagangan dan industri.
5.    Mewujudkan lingkungan perkotaan yang layak huni atau Liveable City dan ramah lingkungan atau Green City

Demi mewujudkan visi Walikota Pekanbaru, yakni, Smart City Madani, Walikota Pekanbaru kembali nencetuskan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan pelayanan yang lebih dekat,  cepat, tepat, murah dan lebih baik dengan menerapkan enam pilar sebagai indikator untuk mewujudkan konsep Smart City. Yakni, Smart Government, Smart People, Smart Environtment, Smart Economy, Smart Mobility,  dan Smart Living.

Aspek iklim investasi baik nasional maupun internasional,  Walikota Pekanbaru  inovasi dalam hal pelayanan publik. Pada tahun 2020 Pemerintah kota Pekanbaru membangun Mal Pelayanan Publik (MPP). Dengan menggabungkan berbagai jenis pelayanan yang terintegrasi,  terdapat 103 layanan instansi atau lembaga dan 88 layanan baik perizinan maupun non perizinan yang diresmikan  oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak Syafrudin M.Si pada 6 Maret 2020.

Pada tanggal 11 Maret 2020, pelayanan di MPP Kota Pekanbaru semakin diperluas dengan hadirnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru, sehingga terdapat 22 jenis layanan yang disediakan oleh Disdukcapil Kota Pekanbaru. Alhasil pada tahun 2021, Disdukcapil Kota Pekanbaru mendapat predikat pelayanan prima dengan nilai A dari KemenpanRB serta menghantarkan Walikota Pekanbaru DR. H . Firdaus, ST, MT meraih penghargaan sebagai “Pembina pelayanan terbaik tingkat nasional”.

Sementara untuk keberhasilan bidang Pembangunan Infrastruktur tergambar pada Sektor, Jalan dan Jembatan, bagunan gedung,Transportasi, Kelistrikan dan Gas, Air Bersih dan Sanitasi serta Sarana dan Prasarana Pemukiman. Sedangkan untuk keberhasilan bidang Ekonomi tergambar pada Sektor Ekonomi Makro, Investasi, Perdagangan, Industri dan Pariwisata terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Sembilan tahun masa kepemimpinan Walikota Dr. H. Firdaus,ST, MT bersama Wakil Walikota H. Ayat Cahyadi, S.Si, perkembangan Kota Pekanbaru berkembang pesat. Dimana diawal kepemimpinannya atau sembilan tahun silam, Pekanbaru dengan status Kota Besar, kini telah menjadi  Kota Metropolitan yang Smart. Kota Pekanbaru menempati urutan pertama untuk peredaran uang terbesar di luar Pulau Jawa, dan telah mengantarkan Pekanbaru sebagai Kota tujuan Investasi terbaik di Indonesia.

Berikut pembangunan infrastruktur,
1.506 Kilometer Jalan Aspal, Jalan TOL Pekanbaru – Dumai, Jalan Lingkar Outer Ring Road, Fly Over, Jembatan Siak 4, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Pekanbaru.

Pembangunan gedung dan sektor properti, kini telah berdiri kawasan pusat perkantoran pemerintah  yang megah di Tenayan Raya.
Berdiri pula pusat perbelanjaan yang megah dan modern. Jumlah hotel yang semula berjumlah 36 unit pada tahun 2012 kini bertambah menjadi 146 unit di tahun 2020 serta pembangunan Kawasan Industri Tenayan (KIT) yang nantinya akan menjadi pusat kegiatan Industri strategis di Kota Pekanbaru dengan kemampuan menyerap sebanyak 5.000 tenaga kerja.

Selanjutnya pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan, Firdaus-Ayat sangat peduli terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, hal ini ditandai dengan berdirinya Rumah Sakit Madani yang merupakan milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Selain itu berdiri pula berbagai Rumah Sakit milik swasta serta peningkatan jumlah klinik dan Puskesmas yang sebagian diantaranya naik status menjadi Puskesmas Rawat Inap.

Kepedulian Firdaus-Ayat sektor Pendidikan menjadi perhatian utama bagi mereka, hal ini ditandai dengan pembangunan SMP Madani milik Pemerintah Kota Pekanbaru serta bertambahnya jumlah fasilitas pendidikan baik milik pemerintah maupun swasta, yaitu 4 unit TK Negeri, 94 unit TK Swasta, 9 unit SD Negeri, 48 unit SD Swasta, 8 unit SMP Negeri, 51 unit SMP Swasta, 4 unit SMA Negeri, 6 unit SMA Swasta, 3 unit SMK Negeri, 15 unit SMK Swasta serta sejumlah Perguruan Tinggi.

Pembangunan dan pembinaan 99 Masjid sebagai Masjid Paripurna di berbagai tingkatan, adanya insentif untuk para guru MDTA, insentif untuk para Imam Masjid, serta adanya insentif untuk para Ketua RW maupun Ketua RT.

Nilai investasi yang masuk ke Kota Pekanbaru meningkat pesat setiap tahunnya mencapai 5,191 Triliun (PMA+PMDN) sesudah MPP dan 4,561 Triliun (PMA+PMDN) disaat Pandemi Covid-19  di tahun 2020
Dimasa 1 Dekade kepemimpinan Firdaus-Ayat, Kota Pekanbaru meraih 71 pretasi dan penghargaan, di antaranya Penghargaan Innovative Government Award, Anugerah Meritokrasi dan Penghargaan Pelayanan Prima.

Pesatnya pembangunan dan ivestasi di segala sektor yang dipersembahkan untuk Kota Pekanbaru adalah bukti nyata bahwa pemikiran dan kebijakan selama 10 tahun. Firdaus-Ayat mampu memberikan peluang dan harapan, rasa aman, nyaman dan mempermudah bagi seluruh pelaku usaha untuk beraktifitas di Kota Pekanbaru.

Puncak perayaan hari jadi Pekanbaru ke-237 ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Walikota didampingi unsur forkopimda menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Asisten II Setdako Pekanbaru, El Syabrina.
Sejumlah kegiatan  memeriahkan HUT juga digelar secara virtual. Banyak lomba yang memanfaatkan teknologi virtual. Bahkan tradisi ziarah makam pendiri Kota.  Dan untuk pertama kali digelar kejuaraan panahan memperebutkan Piala Walikota Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru, Dr. Firdaus Menyerahkan Hadiah Kepada Salah Seorang Peserta Lomba

Selain itu panitia penyelenggara juga menggelar vaksinasi massal bagi 2.370 orang masyarakat di sekitar Kantor Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya. Ada juga penanaman pohon di areal perkantoran.

Diakhir sambutannya, Walikota Pekanbaru  mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan mengajak kerjasama untuk membangun kota Pekanbaru menuju Smart City Madani, pungkas Firdaus.

Ditempat terpisah, Asisten I Setdako Pekanbaru Azwan menyampaikan peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-237 sebagai momentum dan motivasi terakhir di masa kepemimpinan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi dalam mewujudkan Pekanbaru yang lebih baik untuk kedepan.

Di Usia Pekanbaru ke-237 ini memiliki makna yang sangat penting bagi pasangan Firdaus-Ayat yang sudah sembilan tahun memimpin kota Pekanbaru. Terimakasih juga kepada semua komponen masyarakat yang telah bersatu padu membangun Kota Pekanbaru hingga saat ini. Perkembangan Kota Pekanbaru seperti sekarang ini tentu berkat dukungan kerja keras dari semua pihak,” ujarnya

Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, Azwan juga menyampaikan permintaan maaf terhadap kesalahan-kesahalan yang terjadi dalam masa kepemimpinan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi.

“Selama 9 tahun kepemimpinan Firdaus-Ayat ini apabila ada kebijakan, sikap maupun tindakan hingga ada ucapan yang mungkin tidak tepat atau kurang berkenan di hati masyarakat, Walikota Pekanbaru menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya,” pintanya menyudahi.

Sementara itu, Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani menyampaikan apresiasi atas kinerja Walikota Pekanbaru dan Wakil Walikota dalam peringatan HUT Kota Pekanbaru ke-237.

“Saya secara pribadi menyampaikan bahwa banyak perubahan yang terjadi di Kota Pekanbaru. Perkembangan  disegala sektor cukup signifikan. Dia berharap beberapa hal yang menjadi catatan. Seperti, banjir, layanan PDAM dan ketenaga kerjaan dapat diselesaikan sebelum masa kepemimpinan  Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru berakhir, tutupnya. (ADV/Pemkot Pekanbaru)

Tinggalkan Balasan