Sekolah Dan Orang Tua Siswa SDN 179 Pekanbaru, Sambut Gembira Belajar Tatap Muka

0
1516
Kepala Sekolah SDN 179 Pekanbaru, Sartina, S. Hum

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com- Sekolah serta orang tua siswa SDN 179 Pekanbaru sangat menyambut baik kebijakan Pemko Pekanbaru yang mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan, serta Surat rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Pekanbaru nomor : 324/STP/SEKR/II/2021, dan 325/STP/SEKR/II/2021 tentang Rekomendasi Izin Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Semester Genap TA 2020/2021 Tingkat SD Negeri dan SMP Negeri Kota Pekanbaru.
Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SDN 179 Prkanbaru, Sartina, S.Hum diruang kerjanya, Selasa (16/1/2021).

Dikatakan Sartina, sebelum belajar tatap muka di laksanakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh orang tua siswa yang dilanjutkan dengan pembuatan surat pernyataan oleh orang tua siswa, tentang aturan dan peraturan belajar tatap muka. Dan seluruh orang tua menyambut dengan baik, termasuk menyiapkan Hand sanitizer bagi anak mereka. Sementara air cuci tangan dan masker disiapkan oleh sekolah, terang Sartina.

Siswa Kelas VI SDN 179 Pekanbaru Belajar Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Sartina menjelaskan, siswa kelas VI SDN 179 berjumlah 113 orang, Dalam proses belajar dibagi menjadi enam ruangan. Dan setiap ruang kelas pihaknya menugaskan dua orang guru. “Kenapa menempatkan dua orang guru!. Hal itu dilakukan, untuk menjaga agar ruang kelas jangan sampai kosong oleh guru. Karena selama jam belajar anak-anak tidak dibenarkan keluar ruangan, kecuali jika ingin buang air,” paparnya.

Lagi kata Sartina, sebelum masuk ruang kelas, setiap anak terlebih dahulu diukur suhu tubuh. Jika suhu tubuh diatas 38 derajat, tidak dibolehkan masuk ruang kelas, dan diarahkan untuk istirahat diruang isolasi yang telah disediakan, ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai ketentuan, waktu belajar hanya dua jam dan hanya dua hari dalam satu minggu. Yakni, hari Selasa dan Kamis. Sementara mata pelajaran bidang study harus di ajarkan. Maka untuk ruang 1,2 dan 3 masuk guru kelas, sementara ruang 4,5 dan 6 masuk guru bidang study. Jadi dalam proses belajar mengajar, guru kelas dan guru bidang study samasama masuk, tetang Sartina.

Ditanya proses belajar kepada kelas I hingga kelas V. Menurut Sartina, pihaknya tetap melaksanakan belajar sistim Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online, juga memberikan pelayanan belajar laring kepada siswa yang tidak memiliki android, sesuai petunjuk Dinas Pendidikan, ujarnya.

Sartina berharap, agar pandemi Covid-19 segera berakhir agar proses belajar mengajar kembali normal. Karena bagamanapun juga belajar tatap mukalah yang paling efektif, harapnya. (jsR).

Tinggalkan Balasan