Jefry Noer Mesti Bertanggungjawab Insiden ”Birandang Berdarah”

0
601

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Bupati Kampar Jefry Noer dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden “Birandang Berdarah” saat sejumlah orang suruhannya memukuli mahasiswa yang sedang berdemonstasi.

Pernyataanitu diungkapkan Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Rakyat Riau (Gerak) Rahmat ketika berdemo di depan pintu masuk kantor Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Selasa siang (17/3).

”Bapak Kapolda Riau Dolly Bambang hendaknya memanggil dan memeriksa Bupati Kampar Jefry Noer atas peristiwa berdarah pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Integrated Palm Oil PT Sungai Pinang Malindo di Dusun Pematang Kulim, Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar, Kamis lalu,” tukasnya.

Akibat insiden tersebut, beberapa mahasiswa Kampar mengalami luka, seorang dari mereka Soni, sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena menjadi korban dipukuli oleh tim preman Jefry Noer.

Selain itu, massa Gerak juga mendesak Polda Riau untuk segera mengusut lagi dugaan penganiayaan yang dilakukan istri Bupati Kampar, Eva Yuliana terhadap petani perempuan Nurasmi. Kasus ini sempat dihentikan (SP3) tetapi korban Nurasmi melakukan gugatan praperadilan.

Majelis hakim kemudian mengabulkan gugatan Nurasmi dan memerintahkan pihak penyidik Polda Riau untuk mengusut lagi kasus tersebut. Hinngga berita ini diturunkan aksi tersebut masih berlangsung.***

Tinggalkan Balasan