MEDAN, SUARAPERSADA.com – Merebaknya dikalangan masyarakat cerita soal Kakek penjual sarung yang bisa berujung maut bagi pembelinya, hanya isu dan tidak perlu di tanggapi. Karena itu Masyarakat di minta tidak terpengaruh dengan isu tersebut dan tetap beraktivitas seperti biasanya.
“Kami klarifikasi tentang isu Kakek penjual sarung tersebut tidak benar. Kami tegaskan bahwa wilayah Sumut aman kondusif, tidak ada kejadian terkait isu hoax yang beredar tersebut,” tegas Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, melalui Kabid Humas Kapoldasu Kombes Pol Helfi Assegaf, kepada wartawan, Senin (16/03).
Menurut dia, Kakek penjual sarung yang disebut bisa berujung maut bagi pembelinya, sengaja dihembuskan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengganggu situasi di Sumut yang sudah kondusif dan terkendali.
“Kami yakinkan, bahwa isu tersebut tidak usah di pedulikan atau di tanggapi, karena hanya akan meresahkan Masyarakat,” sebutnya.
Dikatakannya, menanggapi isu yang telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat luas tersebut, kepolisian akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyebar isu di luar logika itu. “Pelaku yang sengaja menghebuskan isu yang telah meresahkan masyarakat itu masih kita selidiki,” ujar Helfi.
Dia berharap, media massa dapat berperan dalam memberikan informasi pemahaman atau penjelasan kepada Masyarakat untuk tidak terpengaruh isu tidak benar tersebut.
“Polda Sumut berikut seluruh jajarannya telah diturunkan untuk menjaga keamanan di semua wilayah Sumut, agar Masyarakat tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa,” pungkas Helfi.
Sebelumnya terendus di beritakan berbagai Media, isu Kakek sarung beredar di Medan sekitarnya dalam beberapa hari belakangan meskipun banyak yang tidak percaya, kabar ini cukup membuat heboh.
Isu yang tidak jelas sumbernya itu kurang lebih mengingatkan agar warga berhati-hati dengan keberadaan Kakek penjual sarung yang biasanya datang ke rumah warga pada Dinihari, Sore dan selepas Magrib. Dia menjual sarungnya Rp 5.000, ada pula yang menyebut Rp 10.000.
Jika sarung tidak dibeli, si Kakek akan menangis seperti Bayi namun, kalau sarung dibeli dan disentuh, si pembeli akan meninggal. Disebutkan pula bahwa yang dijual itu sebenarnya bukan sarung melainkan kain kafan bekas sebagai bahan pesugihan.
Beredar pula kabar bahwa korban Kakek sarung ini sudah banyak berjatuhan, seperti di Diski, Binjai, Tandem, dan Sunggal. Bahkan ada yang menyebut pembantu dosen dan mahasiswa USU turut menjadi korban. Namun, Poldasu memastikan kabar soal jatuhnya korban tidak benar “Tidak ada itu,” pungkas Helfi.***Win


















































