PELALAWAN, SUARAPERSADA.com – Marlon Situmorang, salah seorang wartawan yang bertugas di Kabupaten Pelalawan, Riau, beranjak ke Polres Pelalawan untuk membuat laporan penganiayaan terhadap dirinya.
“Ya, sekarang saya sedang menuju ke Polres Pelalawan untuk membuat laporan tindakan penganiayaan yang terjadi pada diri saya,” kata Marlon menjawab wartawan via Whats App, minggu (10/12/2017), sekitar pukul 13.24 WIB.
Kepada sejumlah media, Marlon menceritakan kronologis singkat penganiayaan terhadap dirinya. Menurutnya, Sabtu malam (9/12) saat dirinya sedang asyik menonton konser Trio Batak di gedung Sopo M. Pane Pangkalan Kerinci, dia didatangi seorang lelaki yang dikenalinya bermarga Pasaribu.
Lelaki itu, setahu Marlon, diduga sebagai bandar judi togel. “Saya dibisikan Pasaribu. Lae ayo keluar gedung bentar, namun tiba-tiba dia memukuli saya dan melontarkan kata-kata ‘ngapain kau melapor tentang togel, kumatikan kau babi,” kata Pasaribu seperti ditirukan Marlon.
Tak lama berselang, jelas Marlon, seseorang yang dikenalnya bernama Adil Paruhum mencoba melerai. Sementara itu aparat penegak hukum yang berada di TKP dan menyaksikan Marlon dianiaya terlihat diam saja.
“Saya sesalkan, ada aparat dari dua kesatuan pada saat kejadian. Namun tidak ada reaksi mereka untuk memediasi atau mempertanyakan apa motiv kejadian itu,” ucap Marlon.
Marlon melapor ke polisi terkait kasus penganiayaan terhadap dirinya, karena dia tak ingin hal serupa terjadi padi diri teman seprofesinya. “Sudah menjadi PR buat rekan Pers bahkan organisasi Pers sejauh mana tindaklanjut dari penegak hukum terkait dugaan judi togel dan penganiayaan terhadap wartawan,” tutup Marlon Situmorang.**(DIR)

















































