DAIRI, SUARAPERSADA.com – Kapolres Dairi, AKBP Gidion Arif Setyawan SIK memprotes pungutan yang dilakukan organisasi mengatasnamakan organisasi serikat pekerja di jalan raya.
Ditegaskan, organisasi tersebut hanya dapat menarik jasa jika telah bekerja. Kerja dulu baru dapat jasa. Perwira itu mengajak, stigma negatif harus dibuang. Komunikasi dengan pengusaha dan sopir mesti dilakukan humanis.
Penegasan itu disampaikan saat bertemu pengurus DPC SPSI dipimpin Ketua Gomgom Panggabean di Sidikalang, (12/2).
Gidion mengaku mendapat banyak keluhan sopir dan pengusaha terkait pungutan dimaksud. Semula, Gomgom menjelaskan tata kerja. Yakni membuat kontrak kerja sama dengan pengusaha berikut jasa.
Dia menyebut, jika ada kutipan di jalan raya, itu bukan ulah mereka. Melainkan perbuatan orang lain yang bukan anggota.
Dia mendukung langkah penertiban. Pria itu juga menerangkan contoh jalinan kerja sama diantaranya dengan PT Wahana Graha Maknur dalam hal penyediaan tenaga kerja.
Dia kemudian menerangkan bahwa anggota punya kewajiban berupa iuran. Uang itu disetor ke DPC dan sebagian diserahkan ke DPD dan pusat.
Perlahanahan, paparannya dimentahkan oleh polisi. Kepala pos polisi Buluduri, Aiptu JD Saragih menerangkan, di wilayahnya terdapat beberapa pos termasuk pos bayangan. Kala musim durian, sopir harus menyetor di setiap penghentian.
Hal serupa disampaikan Kasat Intelkam AKP Rohot Nainggolan. Pungutan dilakukan di setiap kecamatan, yakni dari Tigalingga, Siempat Nempu Hulu, Sidikalang, Sitinjo hingga Sumbul. Sopir sangat kasihan lantaran dana tak ada sisa. Menurutnya, terjadi tumpang tindih.
Rohot menegaskan, pungutan hanya bisa dilakukan 1 kali. Yakni membongkar barang dari luar kota atau memuat. Tidak boleh dikenai dua kali apalagi lebih. Dan, penarikan rupiah hanya oleh terlaksana kalau kerja. Jangan main paksa.
Dia sangat miris mendengar laporan warga, bila mana sopir tak mau membayar, akan dilapor ke polisi. Dia keberatan bila institusi penegak hukum itu dibawa-bawa.
Beberapa anggota lainnya turut menyampaikan pertanyaan. Di antaranya keberadaan pos SPSI di Taman Wisata Iman. Polisi meminta,pengurus memberi pelatihan agar sumber daya manusia pekerja meningkat. (EDI)

















































