Puncak Acara Harganas ke-XXIV, Gubernur Riau Himbau Masyarakat Sukseskan KB

0
862
Foto bersama Gubri Andi Rachman, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau Hj Sisilita Arsyadjuliandi, Danrem 031 Wirabima Brigadir Jenderal Abdul Karim, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Wakil Ketua DPRD Indra Gunawan

PADA puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke ke-XXIV tingkat Provinsi Riau Tahun 2017, kabupaten Bengkalis kembali mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Acara tersebut dipusatkan di halaman Politeknik Negeri Bengkalis dan dihadiri ratusan warga, Selasa (25/7/17).

Selain Gubri Andi Rachman, turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau Hj Sisilita Arsyadjuliandi, Danrem 031 Wirabima Brigadir Jenderal Abdul Karim, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Wakil Ketua DPRD Indra Gunawan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Yenrizal Makmur, Forkompimda, Pengurus PKK se Riau dan kepala daerah kabupaten/ kota di Riau.

Gubri memukul Gong Pencanagan TNI Manunggal KB Kesehatan dan Pencanagan kampung KB-Kabupaten Bangkalis Tahun 2017 pada acara Harganas ke XXIV

Dalam sambutannya, Gubernur Riau yang akrab disapa Andi Rachman mengatakan peringatan Harganas Tingkat Provinsi Riau dilaksanakan untuk mensukseskan program keluarga berencana di Riau.

ā€Ž

ā€œApabila pertumbuhan penduduk tidak diiringi dengan kebijakan maka akan berpengaruh terhadap anak- anak kita,ā€ ujarnya.

ā€Ž

Lanjutnya, pertumbuhan penduduk di Riau saat ini sangat tinggi. ā€œSaya berharap semua pihak, Pemerintah Provinsi Ā dan Pemerintah Kabupaten Ā bersinergi menjalankan keluarga berencana seperti dulunya untuk menekan pertumbuhan pendudukan,ā€ Ā himbaunya.

Sementara itu sebagai tuan rumah, Bupati Bengkalis Amril mukminin menyampaikan peringatan Harganas ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak demi membangun keluarga yang sejahtera berkarakter dan berketahanan.

ā€œIni sesuai dengan tema yang ditetapkan pada peringatan keluarga nasional tahun ini, adalah ā€˜Melalui hari keluarga nasional kita bangun karakter bangsa melalui keluarga yang berketahanan,” ucap Bupati Amril Mukminin.

Keluarga berencana merupakan tempat utama menumbuh kembangkan anggota yang ada dengan ditanamkan nilai fungsi serta karakter keluarga. Untuk melaksanakan fungsi – fungsi keluarga secara optimal. Maka kebijakan pembangunan keluarga dilaksanakan melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan.

“Sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga , pembangunan keluarga dilakukan mulai sejak masa reproduksi, melahirkan serta pengasuhan anak. Bahkan, pembinaan remaja hingga lansia pun merupakan pembinaan secara menyeluruh dalam siklus kehidupan manusia,” paparnya.

Untuk mewujudkan keluarga berkualitas, sejahtera dan mandiri, sambung Bupati Bengkalis, Pemerintah kabupaten Bengkalis telah melakukan berbagai program, seperti program pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi keluarga dan program penguatan kelembagaan.

Wakil Ketua TP PKK Prov Riau Menyerahkan Piala dan Piagam kpd TP PKK Kab kota saat hadiri Peringatan Harganas XXIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2017

“Terwujudnya keluarga yang berketahanan akan menjadi wahana efektif untuk membentuk generasi yang berkualitas karena dalam lingkungan keluarga yang memiliki ketahanan tinggi,”ujarnya.

Kemudian, soal upaya membangun keluarga kecil yang berkarakter dan berketahanan, seperti tema pada peringatan harganas ke-24 tahun ini, tentu tidak lepas dengan program keluarga berencana (KB).

“Ini berdasarkan hasil survey demografi dan kesehatan indonesia (SDKI) angka pasangan usia subur (PUS) untuk Kabupaten Bengkalis setiap tahunnya relatif meningkat. Untuk itu kami mengajak kepada semua masyarakat kabupaten Bengkalis untuk mendukung program KB yang telah dicanangkan pemerintah kabupaten Bengkalis yaitu Kampung KB,” jelasnya lagi.

Kaper BKKBN Provinsi Riau Yenrizal Makmur dalam sambutannya menyampaikan peringatan hari keluarga nasional yang digelar tersebut, merupakan salah satu simbol penghargaan bagi keluarga Indonesia yang telah melakukan partisipasi aktif program KB dan pembangunan keluarga.

“Program KB bukan membatasi kelahiran namun sebalik mengarahkan kualitas keluarga,” pungkas Yenrizal.**(Adv.hmsriau)

Tinggalkan Balasan