Tarif Naik, Fasilitas Parkir Bandara KNIA Tetap Minim

0
373

KUALANAMU, SUARAPERSADA.comTarif parkir kendaraan di Kualanamu International Airport (KNIA) naik 11 November lalu hingga 50 persen. Kondisi itu, sungguh sangat mengejutkan dan memberatkan masyarakat pengguna jasa bandara maupun calon penumpang.

Soalnya, kenaikan tarif tersebut diduga tanpa dibarengi sosialisasi. Parahnya lagi,  fasilitas pelayanan parkir selama ini sangat minim. Terbukti, kalau suasana hujan maka kendaraan yang diparkir kehujanan. Demikian pula kalau panas matahari, kendaraan terjemur.

Informasi yang dihimpun suarapersada.com. Minggu (20/11), kenaikan tarif sepeda motor Rp2 ribu menjadi Rp3 ribu untuk 12 jam pertama. Kendaraan kecil seperti Kijang Innova, Toyota Avanza, Sedan, dan minibus menjadi Rp5 ribu dari Rp3 ribu untuk dua jam pertama.

Karcis parkir bagi pengguna kendaraan yang hilang, tarifnya juga sangat fantastis. Kalau biasanya Rp35 ribu, kini naik menjadi Rp100 ribu. Jones (asal Medan) dan Jumiani (Lubukpakam) sangat menyesalkan kenaikan tarif itu.

“Kami ini karyawan honor, gaji tak sampai Rp100 ribu perhari, hilang karcis mau bayar pakai apa ” kata keduanya.

“Dengan naiknya tarif parkir, lalu pelayanan apa yang kami peroleh, fasilitas parkir minim. Belum lagi soal kenyamanan parkir,” papar mereka.

“Bandara Kualanamu  ini milik BUMN kok bisa begitu, naikkan parkir sesuka hatinya saja,” keluh Sumarno dan Rudianto asal Deliserdang sempat ribut dengan petugas parkir di loket.

Humas PT Angkasa Pura II Cabang Kualanamu, Wisnu Budisetianto, menyatakan sudah berkomunikasi dengan Dispenda Kabupaten Deliserdang terkait kenaikan tarif parkir kendaraan. Jadi, pihaknya membantah klaim tak ada sosialisasi. Wisnu menambahkan kebijakan tarif parkir naik di KNIA tersebut sesuai Direksi PT Angkasa Pura II (Persero) No. Kep.15.02/00/10/2016 tanggal 3 Oktober 2016.

Terkait minimnya fasilitas pelayanan parkir, Firdaus selaku General Manager PT Angkasa Pura Solusi (APS) Kualanamu tak menampiknya. Namun pihaknya bertekad segera membenahi pelayanan.

Kenaikan tarif parkir kendaraan pun membuat sejumlah anggota dewan angkat bicara. Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba misalnya, mengaku sangat terkejut. Senator asal Sumut membidangi masalah BUMN ini akan segera menemui Direktur PTAP II mempertanyakan urgensinya kenaikan tarif parkir kendaraan di KNIA itu.

“Ya, sejatinya, PT AP II tidak terburu-buru menaikkan tarif parkir. Karena fasilitas pelayanan parkir juga tak mendukung,” paparnya.

Parlindungan menuturkan kenaikan tarif parkir itu bukan soal jumlahnya, namun fasilitas yang nantinya diterima pengguna jasa bandara. “Ini namanya tak adil, tarif naik, sementara kendaraan dibiarkan begitu saja tanpa ada fasilitas,” sebutnya.*(Win)

Tinggalkan Balasan