PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Tim Yustisi Kota Pekanbaru, merupakan gabungan dari Satpol PP Pekanbaru, Dishubkominfo, Polri, TNI dan Polisi Militer, akhirnya melakukan tindakan prefentif menyapu bersih lapak pada Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Teratai, Seroja dan perempatan jalan Cempaka hingga rata dengan tanah, Minggu (18/9) dinihari.
Senin (19/9) salah seorang anggota Tim Yustisi dari kesatuan Polisi Militer, yang dikonfirmasi di TKP, terkait operasi penertiban PKL menyebutkan, pembongkaran berlangsung, Senin subuh berlangsung aman dan lancar. “Hanya saja petugas sedikit kesulitan saat membongkar Lapak-lapak, karena sudah banyak yang berbentuk bangunan semi permanen,” terangnya.
Ditambahkannya, petugas berkerja keras dan kini sudah bersih. Selanjutnya sisa-sisa bahan material lapak pedagang yang masih ada nilai jual kita amankan di kantor Satpol PP Pekanbaru, sedangkan yang tak punya nilai ekonomis langsung kita buang ke TPS, terangnya.
Ditanya, apakah PKL melakukan perlawanan. Menurutnya, pembongkaran berlangsung dengan aman dan lancar. “Para PKL yang berada di lokasi iklas, bahkan ada yang membongkar sendiri lapaknya,” terangnya.
Parasian, salah seorang PKL mengaku datang ke pasar sekitar pukul 4.00 WIB, terkejut saat melihat lapaknya telah rata dengan tanah. “Tidak tahu lagi dimana harus berjualan. Kita bukan tidak mau pindah ke pasar Higienis, tapi ditempat baru tersebut sepi pembeli. “Barang dagangan, berupa daun kangkung, bayam, nangka, lengkuas terpaksa saya bawa pulang. Tidak tahu dimana berjualan lagi? Tempat jualan sudah hancur. Kami pasrah asalkan pemerintah senang,” ujarnya pasrah.
Pantauan media ini, para pedagang yang ada di TKP tampak tak bisa berbuat banyak, saat menyaksikan lapak tempat berjualan mereka dibongkar petugas. Sementara beberapa bahan bekas bongkaran ada yang di amankan di markas Satpol PP jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru.**(jsn)























































