PASIRPENGARAIAN, SUARAPERSADA.com – Diperkirakan, 20 hingga 25 persen tanaman hias yang ditanam di sejumlah titik taman median jalan jalur dua telah hilang dicuri oleh orang tidak dikenal (OTK).
Informasi Kepala Bidang (Kabid) Petamanan, Kebersihan dan Pemakaman, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (TRCK) Rohul, Zulkifli SP, Minggu (5/4/2015), pihaknya sering mendapati tanaman bunga yang di median jalan jalur dua, hilang dicuri orang tidak dikenal.
“Dari 20 hingga 25 persen bunga yang dicuri, banyak jenis bunga Ros, Buginfil, Brokoli, Melati Bogor, Filo Denron, Pucuk Merah, Putri Salju dan jenis lainnya,” jelas Zulkifli.
“Banyak hilang di kawasan Jalan Diponegoro, termasuk kawasan Boter dan jalan lingkar Km 4,” terangnya.
Selain dicuri, sebagian kecil tanaman bunga di taman median jalan juga diduga dirusak anak-anak muda yang nongkrong di taman. Tanaman kerap dirusak, yakni pohon trembesi seperti di kompleks perkantoran Pemkab Rohul.
“Bukan hanya dicuri dan dirusak, tanaman ada juga yang rusak akibat daunya di makan ternak, seperti kambing di kawasan jalan lingkar dekat jembatan Batang Lubuh dua di Kilometer empat,” imbuhnya.
“Tanaman yang rusak akibat dimakan ternak masyarakat, seperti bunga puring-puringan juga Melati Jepang, dimana daunya dimakan kambing sehingga tanaman bunga tidak bisa berkembang,” jelasnya.
Ketika ditanya jenis bunga yang sudah ditanam, diakui Zulkifli sudah ribuan batang lebih, dengan 30 jenis koleksi bunga, sedangkan untuk jenis pohon yakni pohon trembeli, Tabubuya, Plamboyan, Tanjung, Palem Raja, Palem Ekor Tupai, Palem Putri dan Palem Kuning.
Sementara itu, koleksi jenis tanaman buah yang dimiliki TRCK, yakni jenis pohon buhan buhan Kelengkeng, Jambu air, Belimbing, Duku Pelembang, Manggis, yang kini ditanam di kompleks rumah dinas Bupati, Wabup dan Surau Suluk kampung baru, juga surau suluk Boter.
“Kita miliki workshop, yang berfungsi mengkarantina tanaman baru, juga mengganti tanaman rusak, serta merawat dan membenihkan tanaman koleksi yang ada,” paparnya.
“Hanya saja, kita belum bisa kembangkan tanaman di Workshop yang kita miliki, karena kita masih kekurangan tenaga, khusus untuk membudidayakan tanaman bunga,” tandas Zulkifli.**sf























































