ROHIL, SUARAPERSADA.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (Hipemarohil) dan Masyarakat Peduli Putat dan honorer, Senin (20/11/2017) melakukan aksi unjuk rasa Damai di halaman Kantor DPRD Rohil, di Jalan Merdeka Bagansiapiapi.
Dalam orasinya Kordinator aksi Wawan Setiawan menyampaikan beberapa tuntutan dan mengajak para pengunjuk rasa lainnya untuk selalu konsisten dan tidak melakukan perbuatan anarkis serta merusak fasilitas pememerintah.
Sempat terjadi aksi saling adu argumen antara pihak pengunjuk rasa dengan pihak kepolisian. Dalam insiden tersebut salah seorang pengunjuk rasa sempat diamankan oleh petugas kepolisian karena dianggap telah membuat kericuhan sebelum akhirnya dibebaskan.
Pengamanan unjuk rasa dipimpin secara langsung oleh Kabag Ops Polres Rohil Kompol Antoni Lumban Gaol SH MH, didampingi Kasat Intel Polres Rohil AKP Pantun Banjar Nahor, Kapolsek Bangko Kompol Agung Triadi SIK.
Dalam pengamanan unjuk rasa (unras) tersebut, terpantau, pihak kepolisian turut dibantu oleh beberapa personil TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang di Komandoi langsung oleh Kakan Satpol PP Rohil, Suryadi SE.
Dalam arahannya, Kabag Ops Polres Rohil Kompol Antoni Lumban Gaol SH MH mengatakan pihaknya akan memfasilitasi para pengunjuk rasa untuk bertemu langsung dengan Ketua DPRD, dan memberikan dua opsi mau di fasilitasi atau membubarkan diri.
Baca Juga : Polisi Amankan Pelaku Balap Liar di Kabupaten Rokan Hilir
Jika tidak mau, atas nama Undang-Undang dengan berat hati pihaknya meminta kepada para pengunjuk rasa untuk segera membubarkan diri. Jika mau pihaknya siap memfasilitasi untuk bertemu dengan pimpinan DPRD.
“Atau silahkan urus kembali sesuai dengan aturan hukum surat pemberitahuan ke Polres, kami akan hormati, kami akan akomodir. Surat itu diberitahukan kepada Kapolres, bukan kepada Kapolsek atau kepada Kanit, makanya kalian harus belajar, ya, itu caranya,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu itu.
Setelah dilakukan negoisasi antara pihak kepolisian dan pihak pengunjuk rasa, akhirnya para perwakilan pengunjuk rasa dipersilahkan oleh pihak kepolisian untuk bertemu langsung dengan pimpinan DPRD.
Dalam pertemuan itu perwakilan mahasiswa diwakili oleh presiden mahasiswa Abu Nawas dan empat orang perwakilan mahasiswa lainnya diterima secara langsung oleh Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan dan para wakil Ketua DPRD dan anggota DPRD Rohil lainya.
Dalam pertemuan itu Abu Nawas meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) Rokan Hilir agar segera membayar gaji honor dan tunjangan Kesra pegawai serta membatalkan wacana merumahkan sebanyak 13.450 orang tenaga honor dilingkungan Pemkab Rohil.
Mengintensifkan pengawasan dana corporate social responsibility (CSR) terhadap perusahaan yang beroperasi di seputar Kabupaten Rokan Hilir, mencabut izin operasi PT Andika Pratama di Kecamatan Tanah Putih serta menuntut 60 persen rekrutmen tenaga kerja putra tempatan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan dan Anggota DPRD Rohil lainya akan menyampaikan pendapat para mahasiswa tersebut kepada pemerintah daerah melalui sidang paripurna penyampaian pandangan fraksi-fraksi pada sidang paripurna DPRD yang akan dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB.
Para perwakilan mahasiswa juga diminta untuk hadir guna mengikuti sidang paripurna DPRD tersbut. “Saya minta kepada perwakilan dari adek-adek mahasiswa hadir dalam sidang paripurna DPRD nanti, agar lebih jelas,” kata Ketua DPRD Nasrudin Hasan.**(wis)






















































It’s going to be ending of mine day, except before end I am
reading this fantastic paragraph to increase my knowledge.